Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Menilik Sejarah Tokoh Kemanusiaan, Van der Steur dalam Merawat Serta Mengasuh Ribuan Anak di Magelang

Magang Radar Magelang • Minggu, 22 Desember 2024 | 05:32 WIB
Johannes van der Steur, seorang tokoh kemanusiaan asal Belanda yang dikenal atas dedikasinya dalam merawat ribuan anak dari berbagai latar belakang, baik keturunan Belanda maupun Indonesia, di Magelan
Johannes van der Steur, seorang tokoh kemanusiaan asal Belanda yang dikenal atas dedikasinya dalam merawat ribuan anak dari berbagai latar belakang, baik keturunan Belanda maupun Indonesia, di Magelan

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Di kompleks pertokoan di Jalan Ikhlas, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, terdapat makam Belanda.

Namanya Van der Steur. Makam itu tampak terawat. Namun jalan masuk menuju makam hanya berupa gang kecil. Sehingga tak semua orang mengetahuinya. Lantas siapakah Van der Steur itu?

Van der Steur atau yang memiliki nama lengkap Johannes van der Steur, seorang tokoh kemanusiaan asal Belanda.

Ia dikenal atas dedikasinya dalam merawat ribuan anak dari berbagai latar belakang. Baik keturunan Belanda maupun Indonesia, di Magelang, Jawa Tengah.

Johannes van der Steur awalnya mengunjungi Indonesia setelah mendengar penderitaan teman-temannya yang tinggal di sana.

Dengan semangat kemanusiaannya, ia tiba di Magelang pada Januari 1892 dan tinggal di sebuah tangsi militer bersama 200 tentara.

Suatu hari, seorang prajurit Belanda yang sedang mabuk memberi tahu Van der Steur tentang empat anak yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di sebuah kampung. Anak-anak tersebut mulai memanggilnya dengan sebutan "Pa."

Tergerak oleh kondisi tersebut, ia membangun sebuah pendopo kecil bernama "Oranje-Nassau" untuk menjadi tempat tinggal bagi dirinya dan anak-anak asuhnya.

Seiring waktu, jumlah anak-anak yang diasuhnya terus bertambah.

Sehingga ia meminta bantuan adiknya, Marie, untuk datang ke Magelang dan membantunya merawat mereka.

Karena pendopo kecil itu tidak lagi cukup, ia menyewa tiga rumah di Pastoeranlaan.

Pada tahun 1902, atas permintaannya, Residen Kedu memberikan izin kepada Van der Steur untuk menggunakan bekas asrama Korps Prajurit di Meteseh, yang kemudian ia beli.

Di lokasi itu, Panti Asuhan Oranje-Nassau mulai berkembang pesat.

Pada tahun yang sama, Marie terpaksa kembali ke Belanda karena sakit, sehingga Van der Steur harus kembali mengurus anak-anak asuhnya seorang diri.

Namun, kesehatannya juga memburuk, memaksanya kembali ke Belanda untuk mendapatkan perawatan.

Ia menitipkan tanggung jawab kepada saudaranya, Gijbert van der Steur.

Meski demikian, kecintaannya pada anak-anak asuhnya membuatnya kembali ke Magelang pada 6 September setelah mendengar kabar tentang kondisi panti asuhan tersebut.

Pada 4 April 1907, Van der Steur menikah dengan Anna Marie, yang menjadi pendamping sekaligus membantu merawat anak-anak asuh yang jumlahnya mencapai 850 orang pada tahun itu.

Ketulusan Van der Steur beserta istri sangat besar dalam merawat anak-anak, hingga dalam hidupnya ia tidak memiliki anak kandung karena besarnya cinta kepada anak asuhnya.

"Dulu sampai mereka itu nggak punya anak karena takut kalau punya anak kandung kasih sayang kepada anak asuhnya terbagi," ucap Budiyono, pengelola makam Van der Steur di Magelang.

Namun, pada tahun 1936, Anna Marie meninggal dunia, meninggalkan Van der Steur untuk mengurus sekitar 1.000 anak asuhnya seorang diri.

Ketika Jepang menduduki Magelang pada tahun 1942, Van der Steur ditawan dan dibawa ke Cimahi. Sementara itu, Oranje-Nassau dipimpin oleh Jan Salmon.

Awal September 1945, anak-anak asuhnya menjemput Van der Steur untuk membawanya kembali ke Magelang karena kondisinya yang semakin memburuk.

Sayangnya, pada 16 September 1945, Van der Steur meninggal dunia. Ribuan orang mengiringi pemakamannya di Europeesche Begraafplaats Magersar, yang kini berada di balik kompleks pertokoan di Jalan Ikhlas, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. (mg21/mg24/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#tokoh belanda #panti asuhan #tokoh kemanusiaan belanda #Makam belanda #van der steur #Kota Magelang