DPRD Temanggung Soroti Mekanisme Grading Tembakau Djarum

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:58 WIB
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo melihat tembakau hasil panen petani yang hendal dijual. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo melihat tembakau hasil panen petani yang hendal dijual. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo menyoroti mekanisme penentuan kualitas dan harga tembakau, yang dilakukan dalam proses pembelian oleh PT Djarum. 

Menurutnya, proses grading perlu memberikan kepastian dan rasa keadilan. Yakni bagi petani maupun pedagang tembakau.

Tunggul menjelaskan, dalam proses penjualan, petani atau pedagang terlebih dahulu membawa sampel tembakau kepada grader. Setelah sampel dinilai sesuai, grader menentukan harga. Selanjutnya, tembakau dalam jumlah besar atau kranjangan dikirim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi petani atau pedagang membawa sampel ke grader. Kalau sudah diterima, kemudian dikasih harga. Setelah itu kranjangan dikirim dan dites lagi apakah sesuai dengan sampelnya,” jelasnya, Rabu (16/9/2026).

Setelah melalui proses tersebut, lanjut Tunggul, tembakau masih menjalani pemeriksaan di gudang PT Djarum di Pringsurat untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut dari kir master. Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan sampel awal, tembakau dapat dikembalikan melalui grader.

Persoalan muncul, ketika terjadi perubahan harga setelah pemeriksaan di tingkat pabrik. Tunggul menilai risiko kerugian dalam kondisi itu, lebih banyak ditanggung petani atau pedagang.

“Kalau kemudian harga direvisi dari pabrik, yang menanggung kerugian itu pedagang atau petani. Sementara grader tidak mempunyai risiko,” ujarnya.

Baca Juga: Panen Tembakau Lamuk Anjlok 70 Persen, Srintil Berpotensi Muncul Lebih Banyak

Karena itu, Tunggul berharap para grader atau perwakilan pabrik, khususnya Djarum Kudus, diberikan tanggung jawab penuh. Itu sekaligus kepercayaan dalam menentukan kualitas tembakau.

Politisi Golkar ini menilai, apabila grader memang menjadi bagian dari proses pembelian, penilaian kualitas seharusnya dilakukan secara cermat sejak awal. Sehingga, tidak menimbulkan perubahan harga yang merugikan di kemudian hari.

Terlebih, kualitas tembakau Temanggung tahun ini tergolong sangat baik karena didukung kondisi cuaca kemarau. Kualitas itu dinilai sesuai dengan kebutuhan PT Djarum. Yakni menghendaki tembakau dengan kadar gula rendah atau zero sugar.

Kendati demikian, persoalan harga masih menjadi perhatian. Menurutnya, harga yang berjalan saat ini belum sepenuhnya sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

Untuk pembelian PT Djarum, dia menyebut harga saat ini banyak berada pada indeks C4/D4 hingga C5/D5. Yakni dengan kisaran harga Rp 60 ribu sampai Rp 78 ribu.  Petani, lanjutnya, berharap harga dapat bergerak ke indeks C2/C3 dan D2/D3 atau sekitar Rp 79 ribu sampai Rp 100 ribuan.

Tunggul juga berharap, tembakau yang memenuhi spesifikasi PT Djarum seperti jenis Mloko, Kenongo Pakis, Pelus, maupun varietas tembakau Jawa lainnya, mendapatkan apresiasi harga yang lebih tinggi.

Sementara tembakau yang tidak sepenuhnya memenuhi spesifikasi Djarum tetapi masih dapat dimanfaatkan, menurutnya, tetap perlu dibeli dengan harga yang wajar.

“Kalau memang sesuai dengan spesifikasi Djarum, mestinya harganya bisa lebih tinggi. Tetapi yang tidak sesuai spesifikasi Djarum, kalau masih bisa digunakan, juga harus dibeli dengan harga yang fair,” katanya.

Tunggul menambahkan, PT Djarum tahun ini memiliki komitmen menyerap sekitar 5.000 ton tembakau Temanggung. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila pasokan tembakau yang memenuhi standar terus tersedia.

Dalam hal inj, DPRD Temanggung juga mengapresiasi Djarum atas pembelian tembakau Temanggung tahun ini. Ia berharap, pabrik rokok lainnya bisa maksimal menyerap hasil panen petani tembakau.

"Ini yang masih menjadi PR. Karena baru. Baru terserap 1.500 ton dari target 5.000 ton," tandas Tunggul.  (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
mekanisme grading grader pt djarum tunggul purnomo