Kekeringan Melanda Sembilan Kecamatan di Temanggung, BPBD Telah Salurkan 185 Ribu Liter Air Bersih

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Temanggung. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)
Penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Temanggung. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sejumlah desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Temanggung terdampak kekeringan di musim kemarau ini. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung mencatat, hingga kini sebanyak 185 ribu liter air bersih telah disalurkan ke desa-desa yang mengalami krisis air.

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan pola bergilir.

Dalam sehari, pihaknya mengerahkan dua armada tangki untuk menyuplai kebutuhan warga di dua lokasi.

“Setiap hari kami keluar mendropping empat trip atau sekitar 20.000 liter. Dua tangki, masing-masing tangki di dua lokasi,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Data BPBD Temanggung hingga 10 Agustus 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 185.000 liter atau setara 185 meter kubik.

Baca Juga: Kodim Temanggung Bantu 55 Ribu Liter Air di 10 Lokasi Kekeringan

Bantuan tersebut telah menyasar 19 lokasi di sembilan kecamatan. Yakni dengan total 1.753 kepala keluarga atau 6.523 jiwa yang telah terbantu.

Distribusi dilakukan menggunakan 37 tangki. Itu dengan kapasitas masing-masing tangki sekitar 5.000 liter.

Sejumlah wilayah yang telah mendapatkan distribusi air bersih. Di antaranya berada di Kecamatan Gemawang, Jumo, Ngadirejo, Tlogomulyo, Selopampang, Kranggan, Pringsurat, Tembarak, dan sekitarnya.

Totok mengatakan, desa-desa yang menerima bantuan merupakan wilayah yang sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada BPBD. Itu setelah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Desa-desa tersebut sudah kekurangan air bersih dan dari awal desa sudah bersurat. Kami tindak lanjuti dengan dropping sampai saat ini. Memang sudah sangat membutuhkan,” katanya.

Distribusi air dilakukan secara berkala. Satu dusun di wilayah yang terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan air sekitar tiga hari sekali. Namun, itu juga menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan armada.

BPBD juga masih memantau perkembangan kondisi kekeringan berdasarkan laporan dari pemerintah desa.

Asesmen awal mengenai wilayah rawan kekeringan telah dilakukan. Lalu datanya disampaikan kepada pemerintah kecamatan untuk diteruskan ke masing-masing desa.

Apabila kondisi di lapangan semakin membutuhkan pasokan air, pemerintah desa dapat kembali mengajukan permohonan kepada BPBD.

Berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. 

Hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah diprediksi mulai muncul pada Oktober, sedangkan untuk Temanggung diperkirakan mulai lebih banyak pada November.

“Harapannya sesuai prediksi. Kalau untuk Temanggung November sudah mulai,” harap Totok.

Kendati demikian, BPBD memastikan kesiapan pasokan air bersih tetap dijaga. Pihaknya juga telah menyiapkan dukungan apabila nantinya jumlah wilayah yang mengalami kekeringan bertambah.

“Kami menjamin ketersediaan air bersih. Semoga tidak bertambah, tapi kalaupun bertambah kami sudah menyiapkan untuk seluruh kebutuhan dari masing-masing desa yang mengajukan,” tandas Totok. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
salurkan air bersih sembil kecamatan kekeringan BPBD Temanggung totok nursetyanto