Tak Melulu Andalkan Pabrikan, Tembakau Lembutan Dibidik Perluas Pasar Petani Temanggung

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan dalam acara Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Sabtu (8/8/2026). (Istimewa)
Bupati Temanggung Agus Setyawan dalam acara Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Sabtu (8/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Ketergantungan petani tembakau Temanggung terhadap pasar pabrikan perlu mulai dikurangi. 

Maka, tembakau lembutan didorong menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pasar. Sekaligus memperkuat posisi tawar petani saat memasuki musim panen raya.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, tembakau lembutan memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan.

Hanya saja, serapan pasarnya belum sebesar tembakau untuk kebutuhan industri rokok.

Menurutnya, komoditas tersebut justru dapat menjadi celah bagi petani. Yakni untuk mengembangkan pasar di luar pola penjualan kepada pabrikan.

“Tembakau lembutan ini menjadi salah satu ikhtiar kita karena merupakan komoditas yang paling potensial secara ekonomis, meskipun pangsa pasarnya belum sebesar jenis tembakau pabrikan,” ujarnya dalam Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Optimistis Panen Tembakau 2026 Terserap Industri, Soal Harga Masih Jadi Tantangan

Agus menilai, pengembangan tembakau lembutan tidak cukup hanya mengandalkan produksi.

Kualitas tembakau harus terus dijaga. Supaya kepercayaan pasar meningkat dan pemasaran dapat diperluas secara bertahap.

Tahun sebelumnya, harga tembakau lembutan mencapai Rp1 juta per kilogram. 

Upaya memperkuat pasar tembakau lembutan tersebut juga tercermin dalam Festival Lembutan Bansari ke-7.

Kegiatan yang berlangsung 8-10 Agustus 2026 itu diikuti 13 stan yang mewakili desa-desa di Kecamatan Bansari.

Berbagai produk tembakau lembutan ditampilkan dalam festival tersebut. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan juga menjadi sarana memperkenalkan karakter dan potensi tembakau lokal Temanggung kepada masyarakat yang lebih luas.

Festival diawali dengan kirab yang diikuti ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bansari.

Mereka membawa gunungan hasil bumi, tumpeng robyong, jajanan pasar hingga cacak.

Prosesi tersebut juga menjadi bentuk doa dan harapan masyarakat agar pemerintah semakin memperhatikan nasib petani tembakau, khususnya ketika mereka menghadapi masa panen raya.

Ketua Panitia Festival Lembutan Bansari ke-7, Yoga Listyawan, mengatakan, festival rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya. Tetapi mampu memberikan dampak terhadap pemasaran tembakau lembutan.

“Kami berharap pemerintah terus mendukung upaya petani agar tembakau lembutan semakin terserap, baik oleh pabrikan maupun pasar yang lebih luas. Bahkan ke depan kami berharap bisa menjadi komoditas ekspor,” ujarnya. (dev/lis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
Festival lembutan Bansari Perluas Pasar Tembakau lembutan Bupati Temanggung Agus Setyawan