RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung menargetkan penambahan 1.200 sambungan rumah (SR) baru sepanjang 2026.
Perluasan jaringan pipanisasi tersebut diprioritaskan di wilayah yang masih memiliki kapasitas jaringan cukup besar.
Direktur Utama Perumda Tirta Agung Temanggung, Rinto Adhi Utomo, mengatakan, penambahan sambungan baru akan dilakukan hampir di seluruh unit pelayanan.
Pihaknya akan melihat kapasitas idle pada masing-masing jaringan sebelum menentukan lokasi pemasangan.
“Target kami tahun ini sekitar 1.200 sambungan rumah baru. Hampir tersebar di semua unit, terutama yang masih memiliki kapasitas idle cukup banyak,” ujarnya Minggu (9/8/2026).
Perluasan jaringan, lanjut Rinto, menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Namun, kondisi geografis Temanggung, membuat tidak semua wilayah dapat langsung dijangkau jaringan Perumda.
Sejumlah wilayah seperti Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen hingga kini belum seluruhnya mendapatkan pelayanan jaringan Perumda Tirta Agung.
Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan jaringan.
Di wilayah tersebut, kebutuhan air masyarakat antara lain masih ditopang melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
“Kalau dari sisi pelayanan kami, masih ada beberapa wilayah yang belum terlayani seperti Candiroto, Tretep, Wonoboyo dan Bejen. Kontur geografis juga menjadi pertimbangan,” katanya.
Di sisi lain, Perumda Tirta Agung juga menghadapi tantangan akibat kemarau yang cukup ekstrem.
Kondisi tersebut berdampak terhadap debit sejumlah sumber air maupun kelancaran pelayanan di beberapa titik.
Bahkan, terdapat pelanggan yang meminta bantuan pengiriman air ketika mengalami gangguan pasokan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda berkoordinasi dengan Pemkab Temanggung, BPBD, PMI, dan Dinas Sosial agar penanganan kebutuhan air bersih dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kami berkoordinasi dengan BPBD dan pihak-pihak yang memiliki tangki apabila kondisi membutuhkan distribusi air,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan penambahan jaringan, Perumda Tirta Agung juga mulai memperkuat upaya konservasi sumber air. Salah satunya melalui pembangunan sumur resapan di kawasan tangkapan air.
Rinto mengatakan, dua tahun lalu pihaknya telah membangun 30 sumur resapan di wilayah Pandemulyo.
Program serupa kini mulai diarahkan ke wilayah Tlahab. Perumda melakukan pemetaan kawasan tangkapan air sebelum menentukan titik pembangunan sumur resapan.
“Kami melakukan kajian delineasi terlebih dahulu untuk mengetahui daerah mana yang menjadi kawasan tangkapan air. Setelah itu sumur resapan dibangun di titik-titik yang diharapkan dapat mempercepat penyerapan air ke dalam tanah,” ungkap Rinto.
Adapun masyarakat yang ingin mendapatkan sambungan baru, dapat melakukan konsultasi melalui unit pelayanan Perumda Tirta Agung terdekat.
Biaya pemasangan sambungan rumah disesuaikan dengan hasil survei. Terutama berdasarkan jarak rumah dari jaringan distribusi utama.
“Untuk sambungan baru biayanya tidak bisa disamaratakan karena tergantung jarak dan kondisi jalur distribusi. Masyarakat bisa berkonsultasi langsung ke unit terdekat,” tandas Rinto. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo