Segmen D Pendopo Pengayoman Dibangun, Pemkab Temanggung Prioritaskan Penataan PKL

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengecek kawasan pembangunan  Taman Pengayoman, Jumat (31/7/2026) usai melakukan groundbreaking. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengecek kawasan pembangunan Taman Pengayoman, Jumat (31/7/2026) usai melakukan groundbreaking. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pendopo Pengayoman dimulai. Pembangunan proyek strategis  segmen D di Taman Pengayoman ini menelan anggaran hingga Rp 4 miliar.

Prioritas pembangunan Taman Pengayoman lantaran untuk menyediakan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL). Itu sebelum penataan kawasan alun-alun dan city walk dilanjutkan.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, pembangunan segmen D menjadi tahap awal setelah proses kajian dan penyusunan detail engineering design (DED) dilakukan. Itu melalui pembahasan bersama berbagai pihak. Termasuk masyarakat sekitar, PKL, organisasi, dan perangkat daerah terkait.

"Ini bukan proses top down dari atas ke bawah. DED-nya didiskusikan dan dimusyawarahkan bersama masyarakat sekitar, dinas terkait, teman-teman PKL, serta berbagai organisasi di luar pemerintahan," katanya saat melakukan groundbreaking pembangunan penataan kawasan Taman Pengayoman, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Wabup Temanggung Nadia Muna Tegaskan Bakal Selesaikan Penataan PKL di 100 Hari Kerja

Agus menegaskan, keputusan memulai pembangunan dari segmen D bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin lebih dulu menyiapkan tempat bagi PKL yang selama ini beraktivitas di sekitar Pendopo Pengayoman. Termasuk pedagang yang biasa berjualan di sisi barat dan timur kawasan tersebut.

"Kita ingin memfasilitasi 100 teman-teman PKL. Manusianya kita selamatkan dulu, kita masukkan ke sini. Setelah itu insyaallah pada 2027 kita mulai segmen A, B, C, kawasan alun-alun dan city walk Jalan MT Haryono," jelas Agus. Selain pertimbangan PKL, keterbatasan anggaran juga membuat pembangunan dilakukan secara bertahap. 

Agus menyebut kebutuhan untuk menata seluruh kawasan diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar. Namun, untuk tahap awal segmen D, Pemkab baru mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar.

"Namun dalam proses lelang pemda bisa berhemat. Pagunya Rp 5 mikiar tapi nilai pekerjaan ini Rp 4 miliar," katanya.

Pemerintah berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita memang membangun segmen D terlebih dahulu karena anggarannya terbatas. Harapannya tahun depan kondisi fiskal memungkinkan sehingga kawasan depan juga bisa kita bangun," jelasnya.

Pembangunan Taman Pengayoman ditarget selesai dalam waktu maksimal 150 hari, atau paling lambat 3 Desember 2026.  

Agus berharap pekerjaan dapat rampung lebih cepat dan bisa menjadi bagian dari kado Hari Jadi Kabupaten Temanggung pada 10 November.

Ke depan, kawasan Pendopo Pengayoman ditargetkan tidak hanya menjadi ruang bagi PKL. Kawasan tersebut akan diintegrasikan dengan alun-alun dan City Walk sehingga menjadi ruang publik yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat.

"Kita ingin kawasan Pendopo ini terbuka untuk publik. Ini milik masyarakat, bukan milik bupati yang sedang menjabat. Nantinya kawasan A, B, C, D, alun-alun, dan city walk akan terkoneksi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPRKPLH Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, segmen D nantinya diarahkan menjadi pusat kegiatan kuliner. Itu sekaligus ruang komunitas dan kegiatan sosial budaya.

"Tujuannya tempat ini menjadi pusat kuliner masyarakat, pusat kegiatan komunitas, serta kegiatan sosial dan budaya," katanya.

Dwi menambahkan, seluruh persiapan administrasi pembangunan telah dilakukan. Pembangunan ini juga akan dilengkapi ruang komunitas, lanskap kawasan, serta sistem proteksi kebakaran.

"Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas," tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
penataan pedagang kaki lima (PKL) segmen D Bupati Temanggung Agus Setyawan pendopo pengayoman