Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Anggaran Kekeringan Ditambah Rp200 Juta, BPBD Temanggung akan Selektif Dropping Air

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 28 Juni 2026 | 18:43 WIB
Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto.
Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto.

 

RADARMAGELANG.ID,Temanggung– Kekeringan mengancam wilayah Kabupaten Temanggung selama musim kemarau.

Untuk itu, Pemkab Temanggung akan menambah alokasi anggaran penanganan Rp 200 juta. Tambahan dana tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi air bersih saat musim kemarau.

Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan, sebelumnya anggaran yang disiapkan untuk distribusi air bersih hanya Rp50 juta.

Namun, adanya kenaikan harga bahan bakar, membuat kapasitas distribusi air bersih menurun. Sehingga diperlukan tambahan anggaran.

“Awalnya alokasi Rp50 juta, dengan asumsi operasional bisa mencukupi. Tapi karena ada kenaikan BBM, kemampuan distribusi turun. Karena itu di perubahan anggaran (APBD perubahan) kami ajukan tambahan Rp200 juta sehingga total menjadi Rp250 juta,” katanya Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Temanggung Siapkan Dana Cadangan

Adanya tambahan dana tersebut, BPBD memperkirakan mampu melayani 400 tangki air bersih.

Itu selama periode penanganan kekeringan dengan asumsi harga BBM tidak kembali naik dan kondisi kendaraan operasional tetap normal.

Dikatakan, pada musim kemarau ini ada 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang terancam kekeringan. Bahkan, kesulitan air bersih.

Yakni Kecamatan Kandangan, Bulu, Bejen, Jumo, Pringsurat, Kaloran, Selopampang, Tlogomulyo, Candiroto, Jumo, Tembarak, Gemawang.

Sehingga, lanjut Totok, perlu penanganan serius melalui tambahan dana untuk distribusi air bersih.

Menurut Totok, setiap satu kali distribusi rata-rata membutuhkan sekitar 25 liter bahan bakar, terutama untuk wilayah yang memiliki medan cukup jauh dan menanjak.

Kendati begitu, saat ini BPBD Temanggung mengaku belum menerima pengajuan distribusi air bersih dari masyarakat.

“Kami sudah mengirim surat ke kecamatan dan desa agar mulai memetakan kebutuhan air bersih. Kalau memang mulai berkurang dan benar-benar membutuhkan, nanti kami lakukan asesmen sebelum dropping air,” ujar Totok.

BPBD memastikan, distribusi air bersih nantinya akan dilakukan secara selektif. Berdasarkan kondisi riil di lapangan agar bantuan tepat sasaran selama musim kemarau berlangsung.

"Kita selektif. Melihat kondisi riil di lapangan untuk distribusi air bersih," tandas Totok. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#droping air #seletif distribusi air bersih #kekeringan #BPBD Temanggung #totok nursetyanto