RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung mencatat peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp350 juta pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan ini diarahkan untuk memperluas program peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Ketua Baznas Temanggung Mansur Asnawi mengatakan, peningkatan penghimpunan menjadi modal untuk memperbesar manfaat zakat kepada masyarakat. Khususnya pada sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
“Untuk pengumpulan zakat tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 memeroleh peningkatan Rp350 juta,” katanya saat Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Temanggung, Selasa (23/6/2026).
Mansur menyebut, penyaluran dana zakat pada 2025 lebih difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia. Itu melalui program beasiswa.
Salah programnya melalui beasiswa tuntas SLTA dan beasiswa sarjana yang mulai berjalan pada tahun akademik 2025–2026.
Program tersebut akan diperluas pada tahun akademik 2026–2027 dengan penambahan kuota penerima.
Jika sebelumnya penerima sekitar 125 mahasiswa, ke depan ditargetkan meningkat menjadi 150 hingga 175 orang.
Baznas juga mulai membuka pendaftaran beasiswa sarjana pada 1 Agustus mendatang. Mansur meminta dukungan camat dan pemangku wilayah agar masyarakat yang memenuhi syarat dapat ikut mengakses program tersebut.
“Kami berharap minimal setiap kecamatan memiliki lima calon mahasiswa yang bisa direkrut menjadi penerima beasiswa,” ujarnya.
Selain pendidikan, Baznas tetap melanjutkan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha UMKM. Program Z-Mart yang telah berjalan di seluruh kecamatan kini telah menjangkau 40 titik dan direncanakan kembali ditambah pada 2026.
"Kami harap peningkatan penghimpunan zakat dapat memperkuat peran Baznas dalam menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas masyarakat Temanggung," harap Mansur.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengapresiasi kinerja Baznas yang dinilai mampu mengisi kebutuhan masyarakat, yang belum dapat sepenuhnya dijangkau APBD.
Menurut Agus, sejumlah program sosial yang telah berjalan merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan Baznas.
Mulai dari penyediaan rumah singgah di luar daerah, bantuan pendidikan mahasiswa, penanganan bencana, hingga bantuan rumah layak huni.
“Program-program yang tidak bisa didanai APBD bisa dilaksanakan dengan baik oleh Baznas. Ini bentuk kolaborasi yang nyata untuk membantu masyarakat,” katanya.
Agus berharap tren peningkatan penghimpunan zakat dapat terus berlanjut. Sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin besar.
“Zakat, infak, dan sedekah tidak memiskinkan. Justru menjadi jalan untuk membantu sesama dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo