Mereka menyampaikan aspirasi dan sejumlah tuntutan. Termasuk tentang pemborosan anggaran pada program nasional hingga keresahan program daerah yang dinilai tidak berdampak maksimal ke masyarakat.
Para mahasiswa berorasi di depan Setda Temanggung. Satu per satu dari mereka menyampaikan aspirasinya.
Sebelum akhirnya diterima bupati bersama kapolres dan jajaran di halaman Setda Temanggung.
Ketua PMII Temanggung, Muhammad Luthfi mengatakan, situasi negara yang dinilai tidak kondusif membuat mahasiswa harus aktif. Termasuk menyampaikan kritik dan aspirasi kepada pemerintahan.
Ia juga menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak pemerintah untuk segera memperkuat dan memperluas program perlindungan sosial.
Termasuk bantuan langsung tunai, subsidi transportasi umum, hingga akses kredit kepada UMKM terdampak.
"Kami mendesak kepada pemerintah harus segera melakukan audit total terhadap seluruh pengadaan dalam program MBG," katanya lantang.
Luthfi juga meminta kepada pemerintah kabupaten untuk melaksanakan diskusi publik. Yakni dengan mengundang seluruh elemen masyarakat.
"Kami butuh ruang publik untuk diskusi. Dari aksi ini jika memang tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, kemungkinan akan ada aksi lanjutan," tegasnya.
Merespon aksi ini, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak mahasiswa untuk duduk bersama.
Ia menyebut, akan menindaklanjuti tuntuan dari mahasiswa dan meneruskan ke pemerintah pusat secara resmi dalam waktu kurang dari satu minggu.
"Yang berkaitan (tuntutan) dengan Kabupaten Temanggung pasti ini akan menjadi pembahasan yang intens. Supaya apa yang dikehendaki teman-teman (mahasiswa) bisa terealisasi terakomodasi dengan baik," ujar Agus Setyawan.
Agus berupaya, supaya roda pemerintahan di Kabupaten Temanggung tetap bersih dan baik. Pemerintah daerah juga terus memantau mengenai program nasional MBG serta KDMP yang dijalankan.
"Kami juga bergerak cepat saat ada insiden keracunan. Termasuk memberikan suspend kepada SPPG yang bermasalah. Kami juga mengapresiasi mahasiswa yang telah mengkritisi program pemerintah pusat dan pemkab Temanggung," ujarnya.
Sementara Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan, penyampaian aspirasi yang disampaikan mahasiswa berjalan tertib dan kondusif. Ia mengapresiasi mahasiswa yang menyuarakan suara rakyat.
"Kami tidak membatasi teman-teman mahasiswa dalam berekspresi. Kepolisian akan selalu menjaga, melindungi, melayani semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Semua masyarakat punya hak dan harus kita jaga keseimbangan hak dari masyarakat," jelas kapolres. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo