RADARMAGELANG.ID, Temanggung —Warga Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung mempertahankan tradisi tahunan.
Yakni Bersih Punden Sumur Blandung setiap peringatan 1 Suro.
Tradisi ini sudah puluhan tahun. Kali ini melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Ngalap Berkah Tradisi Manten Lurah Traji
Anak-anak, pemuda hingga para sesepuh berkumpul untuk membersihkan area punden dan menguras Sumur Blandung yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dusun.
Sesepuh Dusun Ngabean, Hidayat, 61, mengatakan, pelestarian tradisi dilakukan sebagai upaya menjaga nilai budaya. Supaya tetap dikenal generasi muda.
“Kurang lebih 90 persen warga ikut berpartisipasi. Untuk pemudanya sendiri ada sekitar 70 orang yang turun langsung. Tradisi ini kami pertahankan supaya anak-anak sekarang tetap mengenal warisan leluhurnya,” ujarnya Selasa (16/6/2026).
Menurut Hidayat, Bersih Punden Sumur Blandung bukan sekadar kegiatan rutin tahunan.
Melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah. Ini menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat desa tumbuh dari semangat kebersamaan.
Sejak pagi, warga membawa alat kebersihan dan bergotong royong membersihkan kawasan sumur.
Aktivitas tersebut kemudian dilanjutkan dengan selamatan bersama menggunakan hidangan tradisional seperti tumpeng, megono, dan ingkung ayam.
Selain menjadi simbol rasa syukur, lanjut Hidayat, kegiatan tersebut juga diisi doa bersama agar masyarakat diberi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Sebagian warga turut mengambil air dari mata air kecil di area Sumur Blandung. Air tersebut telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Hidayat menilai, keberadaan Sumur Blandung tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi pengikat identitas masyarakat Dusun Ngabean.
“Yang kami jaga bukan hanya sumurnya, tetapi nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang diwariskan para leluhur,” katanya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo