RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250, menjadi perhatian pemerintahan daerah, termasuk di Kabupaten Temanggung.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menambah beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), terutama untuk kebutuhan operasional pemerintah.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan kajian sebelum menentukan langkah kebijakan yang akan diambil.
Hal itu sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar tersebut.
“Posisi saat ini kami belum mendapat kajian yang kredibel berkaitan dengan (dampak) kenaikan Pertamax. Tapi pastinya nanti akan kami kaji lagi karena kenaikannya memang cukup tinggi dan membebani APBD kabupaten,” katanya kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Agus menyebut, Pemkab akan melakukan evaluasi dalam beberapa hari ke depan.
Sehingga bisa menentukan strategi yang paling tepat untuk menjaga efisiensi anggaran tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Dikatakan, langkah yang diambil nantinya diarahkan untuk menekan pengeluaran pemerintah.
Sehingga, anggaran tetap dapat difokuskan pada program pembangunan dan pelayanan publik.
“Insyaallah akan kami kaji dalam waktu beberapa hari ke depan. Sehingga nanti kebijakan yang diambil bisa mengefisiensi pengeluaran dalam rangka memajukan masyarakat,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penerapan langkah penghematan seperti penggunaan kendaraan bersama bagi aparatur sipil negara (ASN), Agus menyebut belum sampai pada tahap tersebut. Saat ini masih menunggu hasil kajian internal.
“Belum sampai ke tahap itu, kita kaji dulu. Nanti tunggu keputusan kebijakan yang akan diambil,” tambah Agus.
Di sisi lain, Pemkab juga telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk memantau dampak perubahan harga terhadap pola konsumsi masyarakat. Pemerintah memperkirakan akan terjadi pergeseran penggunaan dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.
Kendati demikian, berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, lanjut Agus, ketersediaan BBM subsidi di Kabupaten Temanggung hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
“Memang kemungkinan di lapangan sudah mulai terjadi pergeseran. Khususnya kendaraan roda dua yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke BBM subsidi. Tapi informasi dari Pertamina, stok BBM subsidi di Temanggung masih terjaga,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo