RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Nasib pilu menimpa Pranti, 80, pedagang roti yang akrab disapa Mbah Harjo. Lansia yang telah berjualan di Pasar Pon Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, selama 40 tahun itu menjadi korban pencurian.
Uang hasil berdagang Rp1,6 juta yang akan digunakan untuk membayar utang dan menyetorkan hasil penjualan kepada pemasok, raib digondol pencuri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) sore. Ketika itu, Mbah Harjo tengah membereskan dagangannya untuk pulang. Dalam kondisi pasar yang mulai lengang, seorang perempuan datang membeli roti Rp54 ribu.
Usai melayani pembeli tersebut, Mbah Harjo hendak menyimpan uang hasil penjualan ke dalam tas yang biasa diletakkan di bilik lapaknya. Namun, tas yang berisi uang tunai Rp1,6 juta, KTP, serta kunci ternyata tidak berada di tempat.
Baca Juga: Dari Los Ayam ke Catwalk, Pedagang Pasar Parakan Kampanyekan Belanja Tanpa Plastik
"Wingi sonten lebar luhur (kemarin sore kejadiannya setelah duhur). Kulo pas kalih toto-toto (saya sedang berkemas mau pulang). Habis ada perempuan beli roti Rp54.000. Pas mau menyimpan uang, tasnya sudah hilang," ujar Mbah Harjo saat ditemui di lapak dagangannya, Jumat (12/6/2026).
Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat baginya. Pasalnya, uang yang hilang bukan sekadar hasil penjualan sehari.
Melainkan dana yang telah dipersiapkan untuk membayar utang. Sekaligus menyetorkan hasil penjualan kepada pemasok roti.
Dengan wajah sedih dan suara lirih, Mbah Harjo mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.
Hingga kini ia belum melaporkan kasus itu kepada kepolisian karena tidak mengetahui prosedur pelaporan.
Peristiwa ini juga viral di media sosial. Dalam video tersebut memperlihatkan Mbah Harjo terduduk lemas di depan lapaknya. Kondisi itu mengundang simpati banyak warganet.
"Kulo nggih sadeyane niki snack (saya jualannya ya ini, snack roti). Kulo niku sing penting temen, arto meh damel bayar utang tapi malah ical (saya itu yang penting rajin, uang untuk bayar hutang malah hilang," kata Mbah Harjo, sedih.
Bagi Mbah Harjo, kehilangan uang Rp1,6 juta bukan hanya soal nominal. Uang tersebut merupakan hasil jerih payah yang dikumpulkan untuk memenuhi kewajiban membayar utang dan mempertahankan usaha kecil yang telah digelutinya selama puluhan tahun.
Ia sangat berharap tas beserta uang hasil dagangnya dapat kembali ditemukan.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Pasar Kranggan, Dalmusri, mengatakan pihak pengelola pasar akan meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Kami bersama petugas keamanan dan dinas terkait akan memperketat penjagaan. Selain itu kami juga mengusulkan pemasangan CCTV agar lebih mudah melacak apabila terjadi kasus serupa," kata Dalmusri.
Menurutnya, kasus kehilangan di area pasar bukan kali pertama terjadi. Pada bulan Ramadan lalu, seorang pedagang juga sempat melaporkan kehilangan. Namun pelaku tidak berhasil diidentifikasi karena kondisi pasar yang ramai dan minim perangkat pengawasan.
Pengelola pasar berharap, ada penambahan fasilitas keamanan dapat memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pengunjung.
Para pedagang juga diimbau untuk lebih waspada dalam menyimpan uang hasil transaksi. Terutama saat menjelang pasar tutup ketika aktivitas pengawasan mulai berkurang.
"Kami mengimbau agar pedagang lebih waspada. Kami juga mengusulkan ke Pemda agar ditambah fasilitas pengawasan," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo