RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Rombongan jamaah haji asal Kabupaten Temanggung dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air pada 24-26 Juni 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Temanggung, Eko Widodo, mengatakan, jamaah haji Temanggung yang tergabung dalam Kloter 18 hingga Kloter 21 Embarkasi YIA telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan lancar.
"Alhamdulillah sampai hari ini jamaah haji Kabupaten Temanggung dalam keadaan sehat walafiat. Tidak ada laporan jamaah yang meninggal maupun mengalami kendala serius selama pelaksanaan puncak ibadah haji," katanya Senin (8/6/2026).
Eko menjelaskan, sebelum kembali ke Indonesia, para jamaah terlebih dahulu menjalani ibadah dan ziarah di Madinah selama sembilan hari.
Mereka akan berangkat dari Makkah menuju Madinah pada pertengahan Juni selanjutnya pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
"Jamaah masih melaksanakan kegiatan ibadah di Madinah sebelum kepulangan. Insyaallah pada 24 sampai 26 Juni mereka mulai kembali ke Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Dari Makkah Tiba di Jawa Tengah, Tangis dan Sujud Syukur Warnai Kedatangan Jemaah Haji
Data Kemenhaj, jumlah jamaah haji Temanggung yang semula tercatat sebanyak 849 orang. Namun, tujuh calon jamaah gagal berangkat karena faktor kesehatan.
Dua orang tidak diberangkatkan sejak masih berada di daerah. Salah satunya calon jamaah asal Kedu yang batal berangkat karena kondisi kehamilan berisiko tinggi.
Sementara satu jamaah lainnya asal Candiroto gagal berangkat setelah didiagnosis mengalami stroke menjelang keberangkatan.
Sedangkan lima jamaah lainnya batal berangkat setelah berada di embarkasi karena pertimbangan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir.
"Dari total 849 jamaah yang seharusnya berangkat, akhirnya 842 jamaah bisa berangkat ke Tanah Suci. Lalu kabar terbaru, ada satu jamaah lansia yang meninggal dunia di sana," jelas Eko.
Ia menambahkan, pelaksanaan haji tahun ini berjalan relatif lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak ditemukan kendala berarti saat proses perpindahan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah maupun Mina.
Kemenhaj Temanggung berharap, seluruh jamaah dapat menyelesaikan ibadah dengan baik dan kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat.
"Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan sampai kepulangan nanti dan memperoleh predikat haji yang mabrur," tandas Eko. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo