Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sempat Hilang, Ponirah Lansia 101 Tahun Ditemukan Tergeletak di Dasar Tebing di Selopampang Temanggung

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 1 Juni 2026 | 14:21 WIB
BPBD dan relawan gabungan saat mengevakuasi jenazah Mbah Ponirah yang ditemukan di dasar jurang,  Senin (1/6/2026) pagi. (BPBD Temanggung for Jawa Pos Radar Magelang).
BPBD dan relawan gabungan saat mengevakuasi jenazah Mbah Ponirah yang ditemukan di dasar jurang, Senin (1/6/2026) pagi. (BPBD Temanggung for Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANg.ID, Temanggung- Setelah sempat hilang sejak Minggu (31/5/2026) dini hari, Ponirah, warga Desa Tanggulanom, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, akhirnya ditemukan.

Nenek berusia 101 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dasar tebing sedalam 15 meter, Senin (1/6/2026).

Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif sejak malam hari hingga pagi berikutnya.

Koordinator pencarian, Khotibul Umam, menjelaskan, korban dilaporkan hilang setelah diketahui meninggalkan rumah sejak sekitar pukul 04.00 pada Minggu, tanpa sepengetahuan keluarga.

Mbah Ponirah dilaporkan hilang pada tanggal 31 Mei malam. Dilaporkan sejak pagi pukul 04.00 beliau meninggalkan rumah, kemudian sudah dicari oleh warga, tetapi sampai malam hari belum ditemukan,” ujarnya.

Baca Juga: Hilang Dua Hari, Tukang Cukur Warga Sapuran Wonosobo Ditemukan Tewas di Belakang Rumah

Menerima laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Temanggung bersama unsur gabungan langsung turun ke lokasi.

Mereka melakukan pencarian hingga pukul 02.00 dini hari. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin pagi. Dengan membagi personel ke dalam dua search and rescue unit (SRU).

Sekitar pukul 09.45, tim SRU 1 menemukan tanda-tanda mencurigakan berupa dahan pohon kaliandra yang patah di area lahan Ngesing.

“Setelah dilakukan pengecekan di kedalaman kurang lebih 15 meter, ditemukan Mbah Ponirah dalam kondisi terlungkup,” kata Khotibul Umam.

Saat diperiksa, korban telah meninggal. “Kondisi terakhir tertelungkup, wajah menghadap ke bawah di dasar tebing. Setelah dilakukan pengecekan, korban dalam kondisi meninggal dunia,” sambungnya.

Lokasi penemuan korban cukup sulit dijangkau. Jika ditarik garis lurus dari titik awal pencarian, jaraknya sekitar 850 meter, namun medan yang terjal dan berputar membuat tim harus menempuh jalur sejauh kurang lebih 3 kilometer untuk mencapai lokasi.

Dalam proses pencarian dan evakuasi, sekitar 70 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari BPBD Kabupaten Temanggung, TNI, Polri, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, relawan Temanggung dan Magelang, serta masyarakat setempat.

Korban mengalami pikun atau demensia. Sehingga diduga keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. 

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan kondisi demensia agar meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang," imbuhnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#jatuh ke jurang #selopampang #TRC BPBD Temanggung #pikun