Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sebelum Ditemukan Meninggal di Tenda Glamping Posong Temanggung, Empat Wisatawan Satu Keluarga Asal Ambarawa Habis Pesta Barbeque

H. Arif Riyanto • Kamis, 28 Mei 2026 | 13:55 WIB
Petugas saat mengevakuasi empat korban dari  tenda glamping di objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026).
Petugas saat mengevakuasi empat korban dari tenda glamping di objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung—Misteri kematian empat wisatawan satu keluarga asal Ambarawa yang meninggal di dalam tenda glamping di objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung mulai terkuak.

Dugaan kuat, ayah, ibu dan dua anak itu meninggal lantaran keracunan makanan yang dimasak dengan cara dibakar alias barbeque pada Selasa (26/5/2026).

Namun belum diketahui jenis makanan apa yang disantap saat keluarga ini mengadakan pesta barbeque di objek wisata dengan view Gunung Sindoro dan Sumbing ini.

Baca Juga: Begini Kondisi Bagian Dalam Tenda Glamping Saat Empat Wisatawan Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Meninggal

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026), membenarkan ada dugaan kuat keempat korban keracunan makanan.

“Ya, indikasinya keracunan makanan. Ya, makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh korban,” kata I Komang Mahendra kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil otopsi DVI Polda Jateng.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat wisatawan ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping di salah satu objek wisata di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (28/5/2026) malam.

Keempat korban masih satu keluarga, terdiri atas ayah, ibu dan dua anak.

Mereka adalah Muhamad Ali Munawar, 52, (ayah), Maghfirah, 43, (ibu) dan dua anak laki-laki, yakni AEH, 16, dan Bagas Amar Hakiki, 21.


Semua korban warga Dusun Temenggungan RT 001 RW 003 Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian para korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Magelang, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sore untuk berlibur.

Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 21.05 dengan mengendarai  mobil Honda Jazz RS GK 5 warna putih bernopol H 1609 PT.

Baca Juga: Saat Ditemukan Meninggal di Tenda Glamping di Tlahab, Kledung, Temanggung, Tangan Keempat Korban Menggenggam

Rombongan korban lalu menginap di tenda glamping Safari nomor 3.

Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 09.00, pegawai objek wisata itu, Anas Mustafirin, 22, mengantarkan makan pagi ke tenda korban.

Namun saat ia mengatakan "Sarapanya Pak,"tidak ada jawaban dari dalam tenda.

Ia pun meletakkan sarapan itu di teras glamping.

Nah, sekitar pukul 11.30, Anas datang kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check  out.

Anas sempat menyapa tamunya itu dari luar tenda, namun tidak ada jawaban.

Saat itu, Anas masih berpikiran positif, dan tak menduga kalau tamunya itu sudah meninggal.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.45, pegawai lainnya yang juga menjadi saksi, Zaki Ambali, 23, kembali mendatangi tenda.

Ia pun penasaran kenapa para korban tak kunjung keluar tenda.

Baca Juga: Empat Wisatawan Satu Keluarga Asal Ambarawa Meninggal di Tenda Glamping Objek Wisata di Temanggung

Zaki lantas membuka tenda glamping tersebut.

Alangkah terkejutnya Zaki melihat empat tamunya yang berada di dalam tenda sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Dengan panik, Zaki memberitahu kru lainya dan mengecek kembali ke dalam tenda  untuk memastikan kondisi para korban.

Ternyata  benar empat orang yang berada di dalam tenda sudah tak bernyawa. 

Hingga kini penyebab pasti meninggalnya empat wisatawan dalam satu keluarga ini masih dalam penyelidikan.

Namun dugaan kuat, para korban meninggal akibat mengonsumsi makanan yang dibawa sendiri.

Terbukti, berdasarkan info awal dari tim medis, mulut keempat korban berbusa dan hipotermia.

Keempat korban itu terdiri atas ayah, ibu dan dua anak.

Yakni, Muhamad Ali Munawar, 52, (ayah), Maghfirah, 43, (ibu) dan dua anak laki-laki, yakni AEH, 16, dan Bagas Amar Hakiki, 21.

Semua korban warga Dusun Temenggungan RT 001 RW 003 Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#temanggung' #kledung #keracunan #meninggal #Posong