RADARMAGELANG.ID, Temanggung — Rencana pembangunan Citywalk di pusat Kota Temanggung mendapat sejumlah masukan dari masyarakat. Terutama mengenai sistem drainase dan keselamatan pengguna jalan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam forum Rembug Bareng Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Feasibility Study (FS) Citywalk di Aula Progo Pistan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung.
Kegiatan ini diikuti perwakilan warga dari Kelurahan Kertosari dan Kowangan.
Selain itu melibatkan Forum Disabilitas, komunitas olahraga, pegiat mural, hingga komunitas sejarah.
Entargo perwakilan warga menilai, aspek mitigasi banjir harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan desain proyek pedestrian kelanjutan city walk.
Ia juta mengawal pembahasan segmen Warung Jadoel hingga Gumuk Lintang.
Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengurangi daerah resapan air yang berpotensi memicu banjir di wilayah lebih rendah.
“Sistem drainase harus tertata sempurna. Jangan sampai air hujan deras meluap ke jalan, karena daerah resapan hilang.
Hal ini sangat krusial agar tidak menimbulkan banjir kiriman ke daerah yang lebih rendah, khususnya wilayah Kelurahan Kowangan,” ujarnya.
Selain drainase, warga juga meminta adanya perhatian terhadap keselamatan anak-anak di kawasan pendidikan dan sosial.
Mereka mengusulkan pemasangan marka kejut atau polisi tidur di depan Poli Pancasila/Panti Asuhan Pangrekso Ndalem Betlehem serta akses masuk SD Pangudi Utami.
Di sisi lain, masyarakat juga mengingatkan pentingnya penataan parkir dan pedagang kaki lima agar Citywalk tidak memunculkan persoalan sosial baru seperti parkir liar dan kawasan semrawut.
Sementara Sekretaris DPUPR Temanggung, Eko Budi Prayitno, mengatakan, pembangunan Citywalk dirancang melalui kolaborasi lintas sektor.
Agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung wajah kota yang lebih modern.
“Kita harus bergandengan tangan, pembangunan ini bersifat futuristik, namun tetap realistik. Sejarah masa lalu menjadi kaca benggala agar pembangunan pedestrian ini berkelanjutan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Eko berharap, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam diskusi ini mampu mewujudkan Citywalk Temanggung yang inklusif, aman, dan tetap menjaga nilai historis kawasan pusat kota. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo