Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Gerakan Ketahanan Pangan di SMA Negeri 1 Candiroto Temanggung, Siswa dan Guru Tanam Ketela Pohon, Ketela Rambat dan Kopi

H. Arif Riyanto • Selasa, 28 April 2026 | 14:50 WIB
Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan penanaman tanaman ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen menuju Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan.
Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan penanaman tanaman ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen menuju Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung— Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung berkumpul di lahan terbuka sekolah, Jumat (24/4/2026).

Mereka melaksanakan kegiatan penanaman tanaman ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen menuju Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar menanam, melainkan sebuah gerakan edukatif yang sarat makna.

“Ada tiga jenis tanaman dipilih dengan pertimbangan matang, yakni ketela pohon, ketela rambat, dan tanaman kopi,” kata Kepala SMA Negeri 1 Candiroto Aisyiah Widiastuti, S.Pd. kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Ada tiga jenis tanaman dipilih dengan pertimbangan matang, yakni ketela pohon, ketela rambat, dan tanaman kopi.
Ada tiga jenis tanaman dipilih dengan pertimbangan matang, yakni ketela pohon, ketela rambat, dan tanaman kopi.

 

Dijelaskan, ketela pohon dan ketela rambat dikenal sebagai sumber pangan alternatif yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi tinggi.

“Sedangkan tanaman kopi menjadi simbol harapan baru, sejalan dengan upaya sekolah dalam mengembangkan potensi unggulan berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Lahan yang sebelumnya telah diolah menjadi media tanam kini menjadi ruang belajar nyata bagi siswa. Dengan bimbingan guru, mereka mempraktikkan langsung cara menanam yang baik dan benar.

Ada yang menggali tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman dengan penuh kehati-hatian.

Tawa dan canda sesekali terdengar, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Aisyiah Widiastuti menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dari pembelajaran di kelas.

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu sekolah,” bebernya.

Lebih dari itu, lanjut dia, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi program Adiwiyata, di mana sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pembentukan kesadaran ekologis.

“Penanaman tanaman produktif di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai potensi ekonomi di masa depan,” harapnya.

Dikatakan Aisyiah Widiastuti, setelah proses penanaman selesai, kegiatan tidak berhenti begitu saja.

Sekolah telah merancang sistem perawatan berkelanjutan yang melibatkan siswa secara bergiliran.

“Mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman, semuanya menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang akan terus berjalan,” katanya.

Harapan besar pun disematkan pada program ini.

Ketika kelak tanaman-tanaman tersebut tumbuh subur dan menghasilkan, hasilnya tidak hanya akan dinikmati secara fisik, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kehidupan.

“Ketela yang dipanen dapat menjadi sumber pangan alternatif, sementara kopi yang tumbuh perlahan akan menjadi identitas baru sekolah sebagai bagian dari inovasi berbasis lingkungan,” ujarnya.

Di tengah tantangan global terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim, langkah kecil yang dilakukan SMA Negeri 1 Candiroto ini menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari mana saja.

Dari sebidang tanah di lingkungan sekolah, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar cerita tentang menanam, tetapi tentang menumbuhkan kesadaran, membangun karakter, dan merawat masa depan. (rls/aro)

          

                  

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#sma negeri 1 candiroto #kopi #Menanam #sekolah adiwiyata #temanggung