RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinding pembatas sepanjang sekitar 30 meter di SMK Negeri 1 Temanggung ambrol setelah diguyur hujan deras pada Jumat (10/4) petang.
Peristiwa ini dipicu tingginya curah hujan. Sehingga menyebabkan tekanan air pada struktur bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Jalan S. Kadar Maron, Kecamatan Temanggung.
Dinding setinggi kurang lebih 2 meter milik SMK Negeri 1 Temanggung tidak mampu menahan beban akibat kondisi tanah yang jenuh air.
“Hujan deras membuat air tertahan karena tidak adanya saluran drainase. Akibatnya air terakumulasi, meresap ke tanah, dan menurunkan daya dukung pondasi hingga dinding ambrol,” jelasnya saat dikonfirmasi Minggu (12/4/2026).
Menurut Totok, selain faktor hujan, ketiadaan sistem drainase yang memadai menjadi penyebab utama runtuhnya dinding pembatas tersebut. Air yang tidak tersalurkan dengan baik menekan struktur bangunan dari dalam hingga akhirnya roboh.
Kendati begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp16,3 juta.
BPBD Temanggung bersama pihak sekolah telah melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi. Upaya penanganan masih difokuskan pada koordinasi lanjutan. Sementara, pembersihan material dan perbaikan tembok belum dilakukan.
Totok menambahkan, peristiwa ini menjadi perhatian, terutama pentingnya infrastruktur pendukung seperti drainase di lingkungan sekolah. Hal itu guna mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi.
“Perbaikan tembok menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas di lingkungan sekolah tetap aman,” tambah Totok. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo