RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Warga Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, gembira. Jalan Rowoseneng-Tlogopucang yang dulu berlubang-lubang kini sudah mulus setelah selesai dilakukan perbaikan.
Proyek jalan tersebut bersumber dari APBD Perubahan 2025 dengan anggaran Rp 1,8 miliar. Merupakan dana dari hasil pengalihan anggaran pembelian mobil dinas dan rencana pembangunan greenhouse.
Jalan rusak di Tlogopucang memang menjadi perhatian Bupati Temanggung Agus Setyawan. Ia menolak pembelian mobil dinas baru. Anggaran mobil digunakan untuk pembangunan jalan Tlogopucang tersebut.
Kini, akses jalan sepanjang 3,3 kilometer ini dalam kategori mantap. Serta dapat dirasakan manfaatnya setiap hari oleh masyarakat Tlogopucang dan sekitarnya.
Seperti diakui Hasani, 55, warga Desa Tlogopucang. Ia nenyebut, kondisi jalan yang telah diaspal membuat mobilitasnya jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Kalau ke sawah sekarang enak, jalannya sudah tidak berlubang. Dulu rusaknya parah, apalagi kalau hujan itu ngeri,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, akses menuju pasar maupun ke luar desa kini juga menjadi lebih mudah. Sebelumnya, kondisi jalan rusak membuat warga enggan bepergian.
“Sebelum dibangun itu susah, mau ke mana-mana jadi malas karena jalannya rusak. Sekarang jauh lebih gampang,” katanya.
Meski demikian, Hasani berharap, perbaikan bisa dilanjutkan ke ruas jalan lain yang masih rusak. Terutama jalur menuju perbatasan Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, yang masih berupa jalan batu.
“Harapannya semua jalan akses warga bisa mulus, termasuk jalan ke area pertanian supaya angkut hasil panen lebih mudah,” harapnya.
Sementara Sekretaris Desa Tlogopucang, Fahrodin, menjelaskan, peningkatan jalan Rowoseneng-Tlogopucang terdiri dari pengaspalan dan pelebaran jalan. Pengerjaan tersebut telah berlangsung pada akhir November hingga Desember 2025.
“Yang diaspal itu titik-titik yang sebelumnya rusak parah, sehingga sekarang akses warga jauh lebih baik. Jadi tidak seluruhnya jalan diaspal. Memang ada putus-putus karena kondisi jalan masih baik,” jelasnya.
Fahrodin menuturkan, jalan yang kini mulus, menghubungkan Desa Tlogopucang dengan Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Jalur ini setiap hari digunakan warga, baik untuk bertani maupun bekerja ke luar daerah.
“Banyak warga kami yang bekerja ke wilayah Kabupaten dan Kota Semarang, pulang-pergi lewat jalan itu,” katanya.
Fahrodin menambahkan, masyarakat sangat bersyukur atas pembangunan tersebut. Ia berharap perbaikan bisa dilanjutkan ke ruas lain yang belum tersentuh pembangunan.
“Sebelumnya warga juga sempat swadaya memperbaiki sebagian jalan, tapi masih ada yang berupa jalan batu. Kami berharap tahun ini bisa segera dibangun,” ujarnya.
Diketahui, mayoritas warga Desa Tlogopucang bekerja sebagai petani dan buruh tani, termasuk petani kopi.
Sehingga, keberadaan jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Pemerintah Desa Tlogopucang mengajak warga untuk menjaga kondisi jalan. Itu dengan merawat saluran air dan membersihkan rumput di pinggir jalan agar tetap awet dan nyaman dilalui.
"Semoga kondisi jalan yang semakin baik ini, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat semakin lancar. Terlebih mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," tambah Fahrodin. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo