Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pemkab Temanggung Bakal Wajibkan Pendaki Gunung di Temanggung Tanam Bibit Pohon di Sepanjang Jalur Pendakian

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 13 Februari 2026 | 18:02 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyerahkan bibit pohon pada siswa untuk ditanam.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyerahkan bibit pohon pada siswa untuk ditanam.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah menyiapkan kebijakan baru bagi para pendaki gunung.

Ke depan, setiap pendaki yang naik ke gunung di wilayah Temanggung, diwajibkan membawa satu bibit pohon untuk ditanam di jalur pendakian.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program penghijauan yang digencarkan Pemkab Temanggung. Sebagai upaya pemulihan lingkungan dan pencegahan bencana akibat kerusakan hutan.

Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, pendaki tidak boleh hanya menikmati keindahan alam tanpa ikut menjaga kelestariannya.

“Pendaki jangan hanya menikmati alam. Harus ikut merawat. Kami minta setiap pendaki membawa satu tanaman untuk ditanam di jalur pendakian,” tegas Agus, Jumat (13/2/2026).

Tak hanya menanam, pendaki juga diwajibkan mendokumentasikan kegiatan tersebut dengan foto. Disertai titik koordinat lokasi sebagai bentuk pertanggungjawaban. 

Agus juga meminta kepala desa, camat, serta BPBD untuk berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian.

Yakni agar setiap pendaki diwajibkan membawa satu bibit tanaman. Mengenai bibit pohon, dipastikan di setiap basecamp pendakian sudah tersedia dari program penghijauan.

“Pastikan ditanam dan ada foto dengan titik koordinatnya. Jadi ini benar-benar gerakan bersama, bukan sekadar simbolis,” ujarnya.

 Sementara Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Perhutani, untuk menentukan lokasi yang memungkinkan dilakukan penanaman. Hal itu disertai jenis tanaman yang sesuai dengan karakter lahan.

“Kami akan meminta arahan wilayah mana yang bisa ditanami dan jenis tanaman apa yang cocok. Tidak semua lokasi bisa ditanami karena ada kondisi tertentu yang harus dipertimbangkan,” jelas Totok.

Selain Perhutani, BPBD juga akan menggandeng petani serta relawan basecamp pendakian.

Yakni guna mendukung pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar gerakan penghijauan berjalan berkelanjutan.

 Menurut Totok, kondisi kerusakan hutan di berbagai wilayah Indonesia sudah cukup memprihatinkan.

Kawasan pegunungan memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air dan penyangga ekosistem.

“Dengan penanaman pohon, diharapkan bisa mengembalikan kelestarian hutan sekaligus mengurangi risiko bencana seperti longsor dan kekeringan,” tambahnya.

Pemkab Temanggung berharap, kebijakan ini dapat membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan para pecinta alam yang setiap tahun memadati jalur pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, dan sejumlah gunung lainnya di wilayah Temanggung.

Jika kebijakan ini diterapkan, Temanggung menjadi salah satu daerah pertama yang mewajibkan pendaki membawa bibit pohon, sebagai bagian dari gerakan konservasi berbasis partisipasi publik. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bupati Temanggung Agus Setyawan #menanam bibit pohon #penghijauan #pendaki gunung