RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendorong penguatan sektor hortikultura sektor pertanian.
Melalui gerakan tanam masal bawang merah bersama 1.000 petani di lahan III Desa Danurejo, Kecamatan Kedu, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang melibatkan ratusan petani lintas desa ini, diproyeksikan menjadi embrio pengembangan sentra bawang merah di wilayah tengah Temanggung.
Penanaman bersama ini dipusatkan di lahan seluas sekitar 1,5 hektare.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas bawang merah. Sekaligus menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura yang kerap memicu inflasi.
"Penanaman massal ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi langkah awal membangun sentra bawang merah di Kecamatan Kedu. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi penopang ekonomi petani," ujar Bupati Temanggung, Agus Setyawan.
Dikatakan, di Kecamatan Kedu memiliki potensi lahan bawang merah sekitar 10–12 hektare.
Dari total luas tanam bawang merah Kabupaten Temanggung yang mencapai sekitar 2.800 hektare.
Maka, Pemkab Temanggung mendorong petani untuk menerapkan good agricultural practice. Agar kualitas dan kuantitas hasil panen meningkat.
Terlebih, dengan produktivitas yang lebih baik, petani diharapkan lebih tahan menghadapi fluktuasi harga pasar.
“Karena kita belum bisa menentukan harga pasar, maka ikhtiar kita adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas. Kalau hasil panen bagus dan melimpah, posisi tawar petani akan lebih kuat,” jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Temanggung Joko Budi Nuryanto menambahkan, tanam massal bawang merah ini merupakan tindak lanjut dari sekolah lapangan yang telah dilaksanakan di seluruh kecamatan pada tahun sebelumnya.
“Tema sekolah lapang kami susun berdasarkan kebutuhan dan usulan petani. Tanam bawang merah ini adalah salah satu hasil dari proses tersebut,” kata Joko.
Ia juga mengingatkan petani untuk mewaspadai potensi musim kemarau yang diperkirakan mulai Maret 2026.
Penyesuaian pola tanam dan pengelolaan air menjadi kunci agar produksi bawang merah tetap optimal.
“Tanam-menanan itu siklus yang tidak boleh berhenti. Selama masih ada air dan memungkinkan, petani harus terus menanam,” tegasnya.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kedu, Budi Yanto, menambahkan, gerakan tanam massal ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah. "Semoga ini meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kedu," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo