Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pemkab Temanggung Pertahankan 6 Hari Sekolah, Beri Ruang TPQ dan Madin

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 1 Februari 2026 | 21:21 WIB
Peringatan 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-alun Temanggung, Sabtu (31/1/2026).
Peringatan 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-alun Temanggung, Sabtu (31/1/2026).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung — Peringatan 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-alun Temanggung, Sabtu (31/1/2026), menjadi penegasan kuat bahwa NU tetap menjadi pilar utama pendidikan karakter dan penjaga sejarah ulama di tingkat akar rumput.

Hal itu disampaikan Bupati Temanggung Agus Setyawan dalam apel 10.000 kader dan prade harlah NU.

Ia mengatakan, keberlangsungan pendidikan keagamaan desa harus menjadi prioritas pembangunan daerah. 

Agus menegaskan komitmen Pemkab Temanggung dalam mempertahankan pola enam hari sekolah demi memberi ruang hidup bagi TPQ dan madrasah diniyah (Madin).

Menurutnya, lembaga-lembaga pendidikan keagamaan nonformal di desa selama puluhan tahun telah menjadi fondasi pembentukan akhlak generasi muda.

Karena itu, kebijakan pendidikan formal tidak boleh justru menggerus peran Madin dan TPQ yang telah mengakar di masyarakat.

“TPQ dan madrasah diniyah adalah denyut pendidikan karakter di desa-desa. Pemerintah daerah berkewajiban memastikan ruang itu tetap terjaga,” tegasnya.

Selain pendidikan, harlah seabad NU juga dimaknai sebagai momentum merawat ingatan sejarah perjuangan ulama.

Agus mendorong percepatan pengusulan Kiai Subkhi Parakan sebagai pahlawan nasional. 

Sosok yang dikenal sebagai Kiai Bambu Runcing itu dinilai memiliki peran strategis dalam perjuangan kemerdekaan. Terlebih, pada Kamis (29/1/2026) lalu, Wakil Presiden RI ke-13 KH Maruf Amin melawat ke makam Kiai Subkhi di Parakan. 

Hal itu sebagai penguat legitimasi moral agar jasa ulama lokal mendapat pengakuan negara.

“Ini bukan hanya soal gelar, tetapi soal penghormatan terhadap sejarah dan keteladanan ulama yang berjuang untuk bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menegaskan, NU sejak awal berdiri dimaksudkan sebagai wadah perjuangan dakwah dan pengabdian sosial yang berpijak di masyarakat bawah.

“Seratus tahun NU bertahan karena dijaga oleh keikhlasan. Dari para kiai kampung yang istiqamah mendidik dan melayani umat,” tutur Gus Furqon. (dev/lis) 

Editor : Lis Retno Wibowo
#alun alun temanggung #apel #Bupati Temanggung Agus Setyawan #Harlah NU 100 Tahun