RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Temanggung masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sektor ini menyerap tenaga kerja hingga 47,34 persen dan menjadi yang tertinggi dibanding sektor lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptaningsih, mengatakan, dominasi sektor pertanian justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Yakni 2023 persentasenya masih 42,21 persen,
"Untuk data 2025 itu belum rilis, jadi masih diolah datanya," ujarnya.
Meskipun tembakau tidak lagi menjadi sektor unggulan utama, lanjut Endang, pertanian tetap kuat melalui komoditas lain seperti kopi, hortikultura, sayur-mayur, dan buah-buahan yang masih banyak menyerap tenaga kerja.
Sementara itu, sektor industri pengolahan justru mengalami penurunan. Pada 2023, tenaga kerja di sektor industri tercatat sebesar 18,41 persen, namun turun menjadi 13,98 persen pada 2024.
“Penurunan ini disebabkan belum adanya pertumbuhan industri baru, khususnya industri padat karya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir terjadi penyusutan tenaga kerja dan PHK di sektor industri,” jelasnya.
Adapun sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil, mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Persentasenya dari 14,84 persen pada 2023 menjadi sekitar 15 persen pada 2024.
Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, Dinperinaker Temanggung terus mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK). Sebagai sarana pelatihan bagi pencari kerja agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Selain itu, Dinperinaker rutin menggelar mini job fair setiap bulan di aula setempat. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan yang membuka lowongan.
“Perusahaan bisa memanfaatkan fasilitas kami secara gratis. Informasi lowongan juga kami publikasikan melalui website, media sosial, dan grup WhatsApp,” kata dia.
Endang membeberkan, sejumlah perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitasi tersebut antara lain PT Matahari Tire Indonesia, LPK Teratai Gokakuin untuk penempatan ke Jepang, Indomaret, Alfamart, hingga FIF.
Dinperinaker juga memfasilitasi lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri, dengan memastikan adanya kerja sama resmi dengan BP3MI maupun P3MI sesuai ketentuan.
"Meski penyerapan tenaga kerja dominan di sektor pertanian, tapi itu membuat Kabupaten Temanggung menjadi daerah terendah kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Wonogiri soal angka pengangguran," tandas Endang. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo