RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung telah membentuk 34 desa tangguh bencana (Destana). Ini menjadi upaya untuk mengurangi risiko akibat bencana alam yang dimungkinkan terjadi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto menjelaskan, Destana yang terbentuk tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Temanggung. Ia membeberkan, terdapat 43 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kedu, Kandangan, dan Kaloran, yang menjadi rintisan Destana.
"Jadi rintisan Destana itu hasil dari kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes)," jelasnya, Senin (27/10/2025).
Totok menerangkan, pembentukan Destana untuk mempersiapkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti banjir, longsor, gempa bumi dan angin kencang agar sigap melaksanakan mitigasi. Sekaligus warga dapat melaksanakan penanganan jika terjadi bencana.
"Destana ini untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dari dampak yang merugikan. Ini juga meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan peran mereka dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana," terangnya.
BPBD Kabupaten Temanggung secara bertahap telah melaksanakan program pembinaan dan pembentukan Destana.
Harapannya, masyarakat akan memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dengan kejadian bencana. Terlebih, bisa segera pulih jika terdampak kejadian bencana.
"Setiap desa perlu menjalankan program ini dan perlu adanya perencanaan yang matang karena ini menyangkut keselamatan manusia," katanya.
Totok menambahkan, untuk membentuk program ini harus didukung swadaya masing-masing desa maupun kelurahan. Makanya, pada 2026, BPBD menganggarkan pembentukan 5 Destana lagi.
"Dan kemungkinan bertambah lagi karena juga bisa disupport dari anggaran APBDesa," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo