Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

RS PKU Muhammadiyah Temanggung Gelar Bakti Sosial Intervensi Nyeri, Gandeng Fakultas Kedokteran Unpad

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 27 Oktober 2025 | 05:48 WIB
Bakti sosial intervensi nyeri yang digelar RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Minggu (26/10/2025).
Bakti sosial intervensi nyeri yang digelar RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Minggu (26/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung menggelar bakti sosial intervensi nyeri.

Kegiatan ini bekerja sama dengan precursor dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad). 

Penanganan nyeri kronis ini bagian dari rangkaian acara milad ke-36 RS PKU Muhammadiyah. Direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung, dr. Achirudin Timora, Sp.N., MMR, menjelaskan, ini menjadi upaya nyata rumah sakit dalam memperkenalkan metode penanganan nyeri berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa intervensi nyeri dengan USG.

“Jadi pasien akan di-USG kemudian ada tindakan untuk blok saraf menggunakan radio frekuensi. Intervensi ini untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri secara signifikan,” jelasnya, Minggu (26/10/2025).

Ada 150 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggung yang menjadi sasaran bakti sosial.

Selain melayani pasien, RS PKU juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat manfaat intervensi nyeri.

Terlebih, hal ini dapat menjadi alternatif bagi pasien nyeri kronis yang tidak lagi merespons obat-obatan.

Achirudin menambahkan, kebutuhan layanan penanganan nyeri di Temanggung masih sangat besar. Ke depan RS PKU Muhammadiyah berencana mendirikan pusat (center) khusus pelayanan nyeri. Itu sebagai bagian dari pengembangan layanan unggulan rumah sakit. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat antinyeri secara terus-menerus tanpa konsultasi medis. 

“Kalau nyeri tidak kunjung sembuh setelah dua minggu, segera periksa ke dokter. Karena mengonsumsi obat antinyeri jangka panjang bisa berdampak pada ginjal, jantung, dan pencernaan," kata Achirudin didampingi perwakilan Phatron Precursor FK Unpad, Dr. dr Bambang Setiohadji, Sp.M(K), MHKes.  

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Makmun Pitoyo, mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, RS PKU terus meningkatkan kompetensi tenaga medis melalui pelatihan dan webinar.

"Sebagai rumah sakit syariah, pelayanan yang diberikan tidak hanya profesional, tetapi juga islami dan berorientasi pada kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Endang Susilowati, 65, warga Mandisari-Parakan, mengaku terbantu dengan program intervensi nyeri ini.

Ia sudah bertahun-tahun menderita nyeri di bagian pinggul hingga kaki. Itu akibat jatuh yang dideritanya saat masih muda. Kondisi tersebut, membuat Endang merasakan sakit ketika beraktivitas.

"Ini membantu bagi saya. Karena kalau hanya mengandalkan obat nyeri hanya sementara efeknya. Semoga dengan intervensi ini ada solusi untuk saya agar bisa beraktivitas normal dan tidak sakit lagi," akunya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#intervensi nyeri #milad #RS PKU Muhammadiyah Temanggung #Parakan #bakti sosial