Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Capaian PBB Temanggung 71 Persen, BPKPAD Optimistis Tuntas Akhir Tahun

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 22:24 WIB
Kepala BPKPAD Temanggung, Tri Winarno
Kepala BPKPAD Temanggung, Tri Winarno

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Menjelang jatuh tempo pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) pada 31 Oktober 2025, Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Temanggung mencatat capaian realisasi capaian 71 persen. 

Kepala BPKPAD Temanggung, Tri Winarno, optimistis target penerimaan akan tercapai hingga 90 persen di akhir Oktober. Bahkan, ia yakin bisa menembus 100 persen pada akhir tahun.

“Per hari ini (17 Oktober) capaian PBB sudah di angka 71 persen. Saya optimistis sampai akhir Oktober bisa tembus 90 persen, dan akhir tahun bisa lunas 100 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/10/2025).

Tri menjelaskan, jatuh tempo pembayaran PBB-P2 ditetapkan hingga 31 Oktober 2025. Namun, pemerintah daerah masih memberikan kelonggaran pembayaran hingga 31 Desember dengan konsekuensi denda keterlambatan.

“Bayar sampai 31 Desember tetap kami terima, tapi tentu sudah kena denda. Namun, kebijakan ini masih kami godok, apakah nanti ada keringanan atau tetap dengan mekanisme denda seperti sebelumnya,” terangnya.

Ia mengakui, tahun ini capaian pembayaran PBB sedikit lebih lambat dibanding tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya yakni menurunnya hasil panen tembakau yang berdampak pada kemampuan bayar masyarakat di wilayah penghasil tembakau.

“Memang faktor tembakau cukup berpengaruh. Hampir semua daerah penghasil tembakau di Jawa Tengah mengalami hal serupa, capaian pajaknya tidak secepat tahun sebelumnya,” jelas Tri Winarno.

Meski demikian, beberapa kecamatan dengan potensi kopi justru menunjukkan capaian tinggi. Misalnya di Kecamatan Gemawang yang telah mencapai 88 persen, Kedu dan Ngadirejo sekitar 83 persen, dan Pringsurat 75 persen.

“Strategi kami memang menyasar daerah-daerah kopi lebih dulu. Mereka cenderung lebih cepat menyelesaikan kewajiban pajaknya karena harga kopi tahun ini cukup baik,” kata Tri.

Dengan kondisi tersebut, Tri Winarno tetap mengapresiasi peran aktif pemerintah desa, camat, dan masyarakat yang membantu mendorong kesadaran pembayaran pajak. Ia optimistis hingga akhir tahun capaian PBB-P2 akan terealisasi 100 persen.

“Kalau melihat antusiasme warga dan kerja sama teman-teman di desa, saya yakin target bisa tercapai. Semoga akhir tahun nanti realisasi PBB Temanggung bisa 100 persen,” tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#BPKPAD Temanggung #realisasi PBB #tri winarno