RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Temanggung dimeriahkan dengan seminar kesehatan bertema waspada stroke.
Tema ini dipilih mengingat stroke merupakan penyebab kematian nomor dua terbanyak di dunia. Selain itu, kasusnya juga cukup tinggi di Temanggung.
Ketua Panitia HKN Temanggung, Andi Kurniawan, menjelaskan, seminar diikuti 350 peserta dari kalangan umum.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas pencegahan stroke, tetapi juga penanganan dini saat gejala muncul, hingga perawatan pasca sembuh.
“Harapannya masyarakat semakin aware. Jika belum terkena stroke bisa mencegahnya, dan jika terkena pun tidak patah semangat karena tetap ada harapan untuk sembuh,” jelas Andi.
Andi mengatakan, HKN tahun ini melibatkan berbagai instansi kesehatan, mulai dari RSUD Temanggung, RSK Ngesti Waluyo, PKU Muhammadiyah, hingga seluruh puskesmas.
Sejumlah kegiatan telah digelar sejak 3 Oktober, di antaranya bakti sosial di Pasar Legi Parakan.
Seminar menghadirkan narasumber ahli di bidang neurologi, yaitu dr. Tetty Kurniawati, dr. Achirudin Timora, dr. Yunanto Harjono Putro, dan dr. Kundha Deyanningtyas.
Sementara Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna, menekankan pentingnya kampanye hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular seperti stroke.
“Pola makan sehat, aktivitas fisik, serta kesadaran menjaga kesehatan harus digencarkan. Sosialisasi tidak bisa hanya dari pemerintah, tapi juga melibatkan desa, organisasi masyarakat, hingga sekolah,” tegas Nadia.
Selain stroke, Nadia juga menyoroti penyakit lain yang menjadi fokus pemerintah pusat, seperti TBC.
Menurutnya, Indonesia masih menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi kedua setelah India, sehingga Temanggung turut berkomitmen menekan kasus melalui berbagai program yang sudah ditargetkan dalam SK pengentasan TBC. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo