RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sebanyak 192 peserta mengikuti sayembara produktivitas cabai Temanggung tahun 2025-2026.
Ajang ini bagian dari program diversifikasi ekonomi daerah yang mendorong peningkatan sektor pertanian, khususnya cabai Temanggung, yang selama ini sudah dikenal luas di pasar nasional.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menerangkan, total hadiah sayembara sebesar Rp 50 juta yang sepenuhnya berasal dari kantong pribadinya.
Ajang ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kepeduliannya terhadap nasib para petani, khususnya di sektor hortikultura.
“Iya, hadiahnya pakai uang pribadi saya. Karena ini keprihatinan saya sebagai anak petani. Jadi, ini tidak membebani APBD khusus untuk sayembara produktivitas cabai,” terangnya di Pendopo Pengayoman, Selasa (9/9/2025).
Agus menyebut, cabai Temanggung sudah dikenal luas di pasar nasional. Pasalnya, cabai dari Kabupaten Temanggung memiliki ketahanan bagus serta tingkat kepedasan luar biasa.
"Namun yang paling penting, sayembara ini agar kita bisa menemukan pola, teknik, atau SOP budidaya cabai yang bisa meminimalisasi harga pokok produksi cabai bagi petani,” ujarnya.
Rata-rata biaya produksi cabai mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.
“Kriteria yang dipilih adalah satu pohon cabai bisa berproduksi hingga dua kilogram, tapi tidak difasilitasi di greenhouse. Jadi murni untuk budidaya konvensional. Harapannya, hasil ini bisa jadi contoh yang bisa ditiru petani lain,” jelasnya.
Agus menegaskan, pemerintah memang tidak bisa menjadi penentu harga cabai. Namun, hadir melalui inovasi dan dukungan kepada petani adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kita belum bisa jadi penentu harga, tapi kita bisa berupaya menekan biaya produksi. Sayembara ini sekaligus jadi ajang berbagi ilmu agar produktivitas cabai lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Ia berharap sayembara ini dapat melahirkan metode budidaya baru yang lebih efisien dan menguntungkan petani. "Saya ingin orang-orang kalau mencari cabai itu ya di Temanggung,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengatakan, ada 192 peserta dari berbagai kalangan dan kelompok yang ikut serta dalam sayembara ini. Ketentuannya, peserta menanam cabai minimal pada lahan 2.000 meter persegi.
Kemudian, peserta menyiapkan 10 pohon cabai yang akan dilombakan. Proses penilaian dimulai dari menanam hingga panen.
"Yang menjadi juara nanti cabai yang punya produktivitas tinggi dengan bahan-bahan yang mudah diakses dengan harga kompetitif. Karena penilaian juga ada komponen keuntungannya juga," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo