RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Temanggung menyalurkan santunan kepada 1.200 anak yatim.
Program ini merupakan bagian dari komitmen sosial dan kemanusiaan dalam memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang membutuhkan. Khususnya bagi mereka yang berada di jenjang pendidikan SD dan MI.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Adapun wilayah Temanggung utara dipusatkan di Parakan, mencakup Kecamatan Parakan, Ngadirejo, Bansari, Kedu, dan Bulu.
Sementara, untuk wilayah kota dilakukan di Pendopo Pengayoman. Lalu wilayah yang lebih jauh disalurkan melalui koordinator wilayah masing-masing.
Ketua Baznas Temanggung, Manshur Asnawi, mengatakan, dalam program ini setiap anak menerima bantuan sebesar Rp 200.000. Sehingga total dana yang disalurkan mencapai Rp 240.000.000.
“Ada 1.200 anak yatim yang kami bantu tahun ini. Kami berupaya agar distribusi santunan merata dan tepat sasaran, termasuk menjangkau daerah-daerah yang jauh melalui korwil,” katanya usai acara Lebaran Yatim di gedung Sasana Gita, Parakan, Jumat (18/7/2025).
Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna, yang turut hadir dalam penyerahan simbolis santunan.
Nadia menegaskan, pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh kasih bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Saya sebagai wakil bupati berharap kegiatan ini menjadi cerminan bahwa Temanggung adalah kabupaten yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Kita harus hadir bagi para duafa dan anak yatim piatu agar mereka merasa tidak sendiri,” ungkap Nadia.
Lebih lanjut, Nadia mengatakan, komitmen Pemkab Temanggung untuk terus memastikan akses pendidikan yang adil dan merata.
Ia berharap, anak-anak yatim di Temanggung tidak hanya merasa diperhatikan secara material. Tetapi juga secara emosional dan psikologis.
“Insya Allah Pemkab sangat mengedepankan fasilitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kami pastikan hak pendidikan seluruh masyarakat Temanggung, termasuk anak yatim, bisa terpenuhi,” katanya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo