RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung terus mendorong geliat investasi daerah melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Forum Investasi Temanggung fokus membahas potensi investasi dari sektor UMKM.
Kepala DPMPTSP Temanggung, Dwi Sukarmei menyebut, forum ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk berdiskusi dan menggali potensi. Tentunya dalam meningkatkan peran mereka dalam kontribusi investasi daerah.
“Forum ini sangat dinantikan oleh para pelaku usaha, mulai dari kelas mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar. Tapi kali ini kita fokuskan pada UMKM dulu, bulan depan kita agendakan lagi forum serupa untuk perusahaan besar,” katanya Selasa (15/7/2025).
Dwi menjelaskan, target investasi Kabupaten Temanggung tahun ini sebesar Rp 2,2 triliun. Namun hingga pertengahan tahun, capaian investasi baru menyentuh 51 persen.
Maka, ia mendorong lebih banyak sektor yang bisa memunculkan potensi investasi, termasuk dari UMKM.
“Kita ingin saling mengungkit potensi. Target forum ini, nilai investasi dari sektor UMKM bisa naik menjadi Rp 100 hingga Rp 200 miliar,” jelasnya.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan DPMPTSP dengan membantu legalitas usaha. Termasuk pengurusan NIB pelaku UMKM hingga Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Temanggung.
"Kami bantu pengurusan NIB mereka. Meski modal usahanya masih di bawah Rp 5 miliar, itu tetap masuk dalam investasi,” kata Dwi.
Dalam diskusi ini, melibatkan pelaku UMKM dari berbagai klaster. Mulai dari klaster kopi, makanan ringan, pariwisata, batik, hingga hortikultura.
Pelaku usaha juga bisa memamerkan produk-produk unggulannya di lingkungan kantor DPMPTSP maupun gedung UMKM Center sebagai bentuk kolaborasi promosi.
Terlebih, sektor UMKM memiliki kontribusi besar sebagai penyumbang investasi di Temanggung.
Dikatakan, tahun 2021 sampai 2022, kontribusi investasi sektor UMKM mencapai 50 persen dsri target. Lalu tahun 2024, pelaku UMKM menyumbang 48 persen dari target investasi di tahun tersebut.
"Tahun ini kami targetkan 50 persen target investasi tercapai dari sektor UMKM dan sisanya dari perusahaan besar. Meski saat ini capaiannya baru di angka 25 sampai 26 persen, tapi kami optimis bisa mengejar target yang ditetapkan," tandas Dwi.
Melalui forum investasi ini, pemerintah berharap pelaku UMKM tidak hanya berkembang dari sisi produksi. Namun, mampu memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan capaian investasi daerah di Kabupaten Temanggung.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Temanggung, Panca Dewi memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UMKM lokal agar bisa naik kelas. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antarpelaku UMKM untuk pengembangan kualitas produk.
“Kami punya program aktifasi kembali lapak PKK lewat gebyar PKK, yang akan memamerkan produk-produk unggulan dari berbagai UMKM. Jadi kalau mereka bisa saling mendukung dan menjaga kualitas, maka kita bisa lebih optimis menembus pasar nasional bahkan global,” tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo