RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Bonari dan Budi tengah mengembangkan industri rokok khas temanggungan. Itu menjadi upaya untuk membantu petani meningkatkan nilai tawar tembakau Temanggung. Terlebih, bahan baku tembakau melimpah dan berkualitas.
Sebelum mengembangkan industri rokok, Bonari dan Budi terlebih dulu melakukan riset. Selama tiga tahun mengadakan eksperimen sampai menemukan cita rasa rokok khas temanggungan.
Singkatnya, pada 2025 ini rokok kretek hasil buatannya diakui masyarakat. Bahkan, saat ini telah mendapatkan pita cukai.
"Alhamdulillah, awalnya dari UMKM sekarang semakin dikenal masyarakat," katanya saat ditemui di pabriknya di Desa Candisari, Kecamatan Bansari, Temanggung.
Bonari melanjutkan, industri rokok miliknya turut membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Saat ini ada 10 karyawan yang bertugas memproduksi rokok.
"Dalam sehari bisa produksi hingga 9.000 batang. Kalau ada permintaan tinggi ya bisa lebih dan nambah karyawan juga," jelas Bonari.
Rokoknya diberi nama Rikton. Bonari sebagai ownernya. Sementara Budi menjadi direktur pemasaran.
Rikton mengandalkan tembakau khas Temanggung yang memiliki rasa rempah-rempah. Bahan bakunya dari petani tembakau setempat.
Untuk tembakau dari sawah dengan grade bagus akan dihargai Rp 70 ribu per kilogram.
Lalu tembakau tegalan akan dibeli Rp 120 ribu per kilogram. "KarenBaca Juga: Genjot Produktivitas, 366 Kelompok Tani di Temanggung Diterima Bantuan Pupuk Tembakau a tujuan awalnya ingin menaikkan nilai tawar tembakau di Temanggung. Jadi bahan baku utamanya dari petani sini," ujarnya.
Sementara Budi mengatakan, alasan lain ingin menyumbang APBD untuk Kabupaten Temanggung.
Pasalnya, selama ini keterserapan tembakau di Temanggung untuk kebutuhan nasional hanya 5-7 persen.
"Karena Temanggung jika dibandingkan dengan kebutuhan nasional, hanya 5-7 persen saja untuk tembakau.
Makanya harus ada industri rokok di Temanggung. Selanjutnya sedikit menyumbang APBD di daerah," kata Budi.
Adapun harga eceran rokok Rikton berkisar Rp 12 ribu per bungkus. Industri ini juga telah melakukan pemasaran ke beberapa daerah.
Seperti wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, dan beredar di Kabupaten Temanggung.
Budi berharap, industri rokok asli Temanggung ini bisa lebih dikenal masyarakat luas. Terlebih, Temanggung menjadi daerah penghasil tembakau cukup besar.
"Kami berharap terus ada dukungan. Sehingga industri ini berdampak baik untuk masyarakat dan semuanya. Termasuk untuk para petani yang memang hidup mengandalkan dari hasil pertaniannya," harapnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo