Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kemenag Temanggung Upayakan Mediasi Dugaan Bullying di Pondok Pesantren di Tembarak

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 7 Mei 2025 | 00:45 WIB
Plt Kasi Pondok Pesantren Kemenag Temanggung, Zaeni Musthofa
Plt Kasi Pondok Pesantren Kemenag Temanggung, Zaeni Musthofa

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kemenag Kabupaten Temanggung terus mengawal dugaan kasus bullying yang diduga terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Tembarak, Temanggung.

Selain itu akan diupayakan mediasi antara pihak ponpes dengan terduga korban.

Plt Kasi Pondok Pesantren Kemenag Temanggung, Zaeni Musthofa menerangkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada terduga pelaku yang merupakan ketua kamar di ponpes yang bersangkutan.

Hasilnya, tidak ada tindakan berupa pencekikan, pelemparan buku ke tubuh korban, maupun luka fisik lainnya.

"Kejadiannya itu sekitar pertengahan April. Terduga korban disidang oleh terduga pelaku dengan alasan sering bolos kegiatan ponpes (tidak ngaji).

Pas disidang juga ada dua teman korban yang juga melakukan kesalahan tapi pengakuannya tidak ada kekerasaan," terangnya saat ditemui Selasa (6/5/2025).

Pihaknya masih berupaya melakukan klarifikasi terhadap orang tua yang membiayai terduga korban untuk keterangan lebih lanjut.

Namun, belum membuahkan hasil. Selain itu, belum bisa mengkonfirmasi ponpes lebih lanjut.

"Namun kami upayakan agar kejadian ini ada mediasi jika memang bukan bullying.

Kami juga lakukan pengawasan ke ponpes terkait takziran atau hukuman untuk santri yang melanggar aturan agar tidak merambah ke fisik," lanjutnya.

Atas kejadian ini, Kemenag Temanggung berpesan agar pondok pesantren bisa meminimalkan takziran atau hukuman fisik kepada santri yang melanggar.

Pihaknya juga berupaya untuk menciptakan pesantren ramah anak.

"Semoga kejadian ini tidak benar. Kami juga upayakan agar tumbub pesantren yang ramah anak," tambah Zaeni.

Diberitakan sebelumnya, seorang santriwati berinisial F viral karena curhatannya di media sosial yang mengaku mendapat perlakuan bullying di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Temanggung.

Dalam video berdurasi satu menit 15 detik, remaja 13 tahun itu bercerita terkait perlakuan bullying yang dilakukan pengurus ponpes.

Ia mengaku disekap dan mendapat kekerasan fisik. Bahkan usai kejadian, F alias korban harus dirawat di rumah sakit.

Kejadian itu dibenarkan Mamik Soyanita, ibu korban. 

"Anak saya cerita, kalau ditampar dan dilempar buku oleh ketua kamar yang tidak percaya bahwa anak saya ini sakit," ungkapnya saat dihubungi Sabtu (3/5/2025).

 Mamik menerangkan, usai anaknya ditampar oleh oknum pengurus ponpes itu, korban disuruh minta maaf hingga menangis. Padahal putrinya tidak bersalah. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bullying di pondok pesantren #Kasi Pondok Pesantren Kemenag Temanggung #mediasi