RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sebanyak 80 peserta dari Fo Guang Shan, sebuah organisasi Buddhist terkemuka dari Taiwan, melakukan kunjungan ke Vihara Bodhi Dharma Loka.
Vihara tersebut berada di Dusun Kendal, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.
Sebelum mengunjungi Vihara Bodhi Dharma Loka, rombongan yang dipimpin Hsin Bau ini, menyempatkan diri melakukan wisata religi di Desa Krecek.
Lalu mengadakan rekrutmen peserta untuk program pembelajaran religi Fo Guang Shan.
Samantha Kusala Mahastavira atau yang akrab disapa Suhu Pushan, tokoh agama Buddha dari Majelis Agama Buddha Mahayana Buddhis Indonesia menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan pendidikan Buddhis yang sedang dijalankan di Magelang.
"Bertujuan membantu generasi Buddhis di Jawa Tengah untuk memperdalam ajaran Dharma Buddha, baik dari segi spiritual maupun ekonomi," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, di tempat pendidikan Buddhis ini, para generasi tidak hanya belajar ajaran Buddha.
Tetapi juga mempelajari makroekonomi dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang tetap selaras dengan ajaran Buddha.
Kunjungan ini termasuk dalam rangkaian anjangsana ke berbagai kampung Buddhis di Temanggung.
"Selain menyebarkan ajaran Buddha, mereka juga mengajak generasi muda yang baru lulus SMA untuk melanjutkan pendidikan Buddhis lebih dalam.
Termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan di Taiwan," lanjutnya.
Suhu Pushan menambahkan, hal ini juga memberdayakan masyarakat setempat melalui pengembangan UMKM. Vihara Bodhi Dharma Loka tidak hanya menjadi tempat belajar religi.
"Tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui penjualan makanan khas dan produk lokal lainnya,” tambah Suhu Pushan.
Vihara Bodhi Dharma Loka yang dikenal sebagai satu-satunya tempat religi Buddhis yang berkembang pesat di Temanggung ini semakin sering menjadi tujuan wisata religi.
Baik pengunjung dari Jakarta maupun berbagai daerah lainnya.
"Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Baik dari sisi spiritual maupun ekonomi.
Serta memperkuat hubungan antara komunitas Buddhis lokal dengan organisasi internasional seperti Fo Guang Shan," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo