RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Dinding sisi timur Alun-alun Temanggung berpotensi ambrol. Bahkan, dipasang police line dan barier agar tidak membahayakan masyarakat.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, dinding sisi timur Alun-alun Temanggung retak dengan kondisi tanah terdorong keluar. Keretakan dinding sekitar 10 meter.
Pemasangan garis polisi dan barier sebagai penanda agar masyarakat hati-hati dan waspada saat melintas di sekitar alun-alun.
"Kondisinya memang sudah ada keretakan. Kami juga sudah laporan ke pimpinan dan koordinasi dengan Satpol PP juga Dishub terkait pemasangan penanda ini," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Temanggung, Prasodjo, Jumat (21/2/2025).
Ia khawatir dengan kondisi Alun-alun Temanggung. Lantaran bisa sewaktu-waktu ambrol dan membahayakan masyarakat. Makanya, ia segera melakukan analisis untuk penanganan ke depan.
Dikatakan, adanya keretakan pada dinding alun-alun dimungkinkan dari pembangunan alun-alun pada 2017.
Saat itu, terdapat peninggian alun-alun dan pohon di sekitarnya terus berkembang.
"Pohon yang semakin besar ini menyebabkan pergeseran tanah. Itu mendorong dinding pagar alun-alun dan tanah yang seharusnya menempel pada tembok tidak lagi terhubung dengan baik," kata Prasodjo.
Tak hanya itu, hujan lebat juga memperparah kondisi alun-alun. Itu karena tembok di lokasi tidak memiliki saluran air yang memadai.
"Air hujan juga mengikis tanah membuat keretakan berlanjut," tambah Prasodjo.
Sementara Plt Sekretaris DPRKPLH Temanggung Wirawan menambahkan, belum ada anggaran khusus untuk perbaikan atau revitalisasi Alun-alun Temanggung.
Ia akan membuat telaah terkait kondisi kerusakan. "Kami akan membuat telaahan terkait kondisi alun alun, terutama yang terjadi kerusakan. Kemungkinan apakah diperbaiki sementara agar tidak membahayakan atau nanti nunggu kebijakan pak bupati," bebernya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo