RADARMAGELANG.ID, Temanggung-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung bakal masifkan pengawasan madrasah. Itu sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman untuk siswa madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Temanggung, Fatchur Rohman menjelaskan, pihaknya serius melakukan pengawasan buntut kasus dugaan bullying yang menimpa siswi MTs di Kedu. Ia meminta adanya pendampingan untuk siswi yang bersangkutan.
"Karena siswi ini belum masuk ke madrasah. Jadi kami minta ada pendampingan dari pihak madrasah ataupun dari pihak keluarga.
Sehingga anak tersebut bisa masuk madrasah dengan aman dan nyaman," jelasnya saat dihubungi Kamis (6/2/2025).
Fatchur melanjutkan, viralnya kasus dugaan bullying membuat korban inisial KC mengalami trauma.
Bahkan, korban enggan masuk sekolah. Alhasil, Kemenag Temanggung bertindak tegas agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan sebaik-baiknya.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah. Hasilnya agar permasalahan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan tidak merugikan hak anak dalam pembelajaran," lanjutnya.
Terkait hal ini, Fatchur Rohman meminta adanya pembinaan kepada siswa-siswi madrasah. Sehingga tidak terjadi kejadian serupa yang menimbulkan korban.
"Kami juga meminta ada pendampingan untuk korban KC agar mau bersekolah kembali.
Kemudian pihak sekolah dan orang tua harus mendampingi dan memantau agar anak ini merasa aman dan nyaman di madrasah maupun lingkungannya," tambah Fatchur.
Terpisah, dugaan kasus bullying antar pelajar MTs dan SMP di Kecamatan Kedu rupanya dipicu masalah asmara.
Hal itu terkuak usai polisi melakukan penyelidikan. Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo menjelaskan, kepolisian sudah meminta keterangan korban KC yang merupakan siswi MTs Negeri di Kecamatan Kedu.
Hasilnya, diketahui motif kejadian antara korban dan terduga pelaku lantaran berebut pacar.
"Baru saksi korban yang kami klarifikasi. Dan untuk para terduga pelaku anak akan dimintai keterangan. Motifnya karena berebut pacar dan (terduga pelaku) tidak terima karena telah diejek oleh korban," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video dugaan bullying atau perundungan menimpa salah satu siswi MTs di Temanggung viral di media sosial. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo