RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana meraih gelar doktor.
Program doktoral dari Arsitektur dan Perkotaan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) ini dicapai dalam waktu 2 tahun 11 bulan 10 hari.
Hendra dinyatakan cumlaude dengan IPK 4.0.
Program perkotaan tersebut (planologi) saat ini sangat dibutuhkan terkait perencanaan wilayah, keruangan, dan pembangunan.
Gelar doktoral yang diraih sesuai dengan dinas yang sekarang dia ampu.
"Karena terkait dengan perencanaan pembangunan, pemanfaatan ruang, kemudian planologi penataan ruang dan perkotaannya," ungkapnya.
Dia berharap bisa memotivasi para ASN di lingkungan Pemkab Temanggung untuk terus belajar.
“Karena belajar kan tidak harus selesai di jenjang S1, S2," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang sembari menambahkan diwisuda pada 5 November 2024.
Dia bersyukur karena penelitiannya bisa publis di jurnal Scopus. Bagi para peneliti yang qualified tingkat internasional pasti akan dicari tulisannya di Scopus.
"Alhamdulillah bisa publis di Scopus Q1 dan Q2. Ya ilustrasi saja, seorang profesor tulisannya harus ada di Scopus di SJR 0,5.
Saya bisa di Scopus Q1 SJRnya 0,7, dan di Q2 SJRnya 0,4," jelasnya.
Hendra meneliti terkait infrastruktur hijau. Jaringan pohon kaitannya dengan panas permukaan perkotaan.
Fakta di Temanggung ternyata alih fungsinya sangat luar biasa. Sehingga panas permukaannya semakin tinggi. Hal tersebut sangat memengaruhi suhu atmosfer.
"Kita tahu saat ini isu pemanasan global. Maka perkotaan yang menjadi kawasan utama yang banyak alih fungsinya," katanya.
Hasil risetnya terkait dengan Temanggung ada dua. Yaitu pemodelan infrastruktur hijau, bagaimana mengendalikan panas permukaan agar suhu panas atmosfer bisa dikendalikan.
Teorinya bagaimana sinergitas antara morfologi perkotaan, kemudian pemodelan infrastruktur hijau, dan pelibatan manusianya, termasuk di dalamnya pemangku kebijakan. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo