Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tak Terserap Pabrik Rokok, Petani Temanggung Jual Tembakau Lembutan untuk Rokok Lintingan Alias Tingwe

H. Arif Riyanto • Senin, 16 September 2024 | 14:09 WIB
Tembakau lebutan Temanggung sebagai bahan utama untuk rokok litingan atau rokok nglinting dewe alias tingwe.
Tembakau lebutan Temanggung sebagai bahan utama untuk rokok litingan atau rokok nglinting dewe alias tingwe.

RADARMAGELANG.ID—Temanggung adalah kota penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, pada 2024 ini, luas panen tembakau mencapai 14.087,82 hektare dengan perkiraan produksi 9.438 ton.

Selama ini, hasil panen tembakau petani Temanggung itu terserap ke sejumlah pabrik rokok besar di Indonesia, yakni PT Djarum, PT Gudang Garam, PT Nojorono, dan PT Wismilak.

Namun ada juga yang dijual dalam bentuk tembakau lembutan.

Tembakau lebutan adalah tembakau yang dipotong tipis-tipis sebagai bahan utama untuk rokok litingan atau rokok nglinting dewe alias tingwe.

Tembakau lembutan merupakan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki potensi yang bagus.

Namun jumlah penjualan tembakau lembutan tentu tak sebesar yang dibeli pabrik rokok yang bisa mencapai ribuan ton.

Misalnya,  PT Nojorono akan membeli tembakau petani Temanggung sebanyak 100 ton, PT Wismilak sebanyak 250 ton, dan PT Djarum pada tahun ini kuota pembeliannya mencapai 4.000 ton.

Sementara PT Gudang Garam selama ini melakukan pembelian terbesar, mencapai 8.500-14.000 ton.

Namun hingga kini belum ada kejelasan.

Pabrik rokok di Kediri Jawa Timur ini  menunda pembelian tembakau petani Temanggung karena beberapa alasan.

Di antaranya, penurunan nilai saham perusahaan, belum adanya perintah dari pusat, serta kendala finansial yang dihadapi.

Meskipun perusahaan telah berencana untuk membeli, namun realisasi pembelian belum terjadi.

Nah, satu-satunya solusi untuk menjual hasil panen tembakau petani yang melimpah ini dengan mengolahnya menjadi tembakau lembutan.

Harga jual tembakau lembutan justru bisa lebih mahal.

Harga tembakau curah yang dijual ke sejumlah perwakilan pabrik rokok di Temanggung harganya di bawah Rp100 ribu per kg, tetapi jika dibuat lembutan harga bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kg.

Pembuatan tembakau lembutan ini tidak akan mengganggu pasokan tembakau ke pabrik, karena lembutan itu rata-rata daun tembakau bagian bawah.

Sedangkan tembakau yang dijual ke industri bagian tengah ke atas.

Untuk mempromosikan tembakau lembutan Temanggung ini, beberapa waktu lalu digelar Festival Lembutan Bansari ke-5 di Desa Mranggen Tengah, Kecamatan Bansari, Temanggung, Kamis (1/8/2024). 

Kepala Desa Mranggen Tengah Rohiman Festival Lembutan Bansari ke-5 tersebut bertujuan untuk mengenalkan tembakau lembutan ke masyarakat luas sebagai produk asli dari Temanggung.

Di samping itu, Rohiman juga menyatakan, bahwa tembakau lembutan dapat meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Temanggung.

Festival Lembutan Bansari ke-5 tahun 2024 ini menggunakan konsep rumahan dengan target para pengunjung dapat membaur langsung dengan masyarakat yang berada di rumah.

Selain kirab, juga akan dilakukan prosesi jamasan cacak atau tradisi menyucikan alat ngerajang (mengiris, Red) tembakau sebelum digunakan.

Tidak hanya memamerkan seputar tembakau lembutan, festival ini juga menjadi ladang bagi para UMKM, khususnya UMKM Temanggung untuk mengenalkan produknya kepada pengunjung.

Rohiman berharap dengan adanya festival ini akan berdampak positif terhadap perekonomian di Temanggung, khususnya Kecamatan Bansari. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tembakau lembutan #rokok lintingan #pt nojorono #pt djarum #tingwe #PT Gudang Garam #Wismilak #tembakau Temanggung