RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Tumpukan limbah kayu pabrik di Dusun Lotermas, Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung terbakar. Kejadian tersebut mengakibatkan kabut asap di lingkungan sekitar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung Agus Sarwono menyampaikan, buangan limbah kayu tersebut, tiga hari yang lalu sudah terbakar. Anggota damkar sudah menyemprot dengan air pada Jumat (30/8/2024) malam dan mengamankan kandang di sebelah lokasi kebakaran. Di kandang tersebut terdapat sekitar 16 ribu ekor ayam berusia satu bulan.
"Damkar menyemprot samping kandang untuk mengamankannya. Kita memberikan masukan kepada pemilik bahwa tumpukan limbah kayu itu harus diurai. Karena kalau sampai semacam ini kalau hanya disemprot tidak mampu," jelasnya.
Pada Senin (2/9/2024) damkar datang dan alat berat berupa backhoe juga sudah datang untuk mengurai.
Selanjutnya menyemprot sedikit demi sedikit. Kebakaran tersebut sudah berlangsung tiga hari. Dia memperkirakan akan selesai tertangani tiga hari ke depan. Luasan limbah kayu ini sekitar 200 meter persegi. Awal api dimungkinkan sudah terbakar 4 bulan lalu.
"Pemilik kandang ayam dan lahan limbah kayu berbeda. Kandang ayam milik Dedi, dan lahan limbah kayu milik Munasip," ujarnya.
Dia menyebutkan, dampak kebakaran ini adalah pada kandang, plastik-plastik pelindung kandang sudah lonyot, lingkungan masyarakat terganggu asap yang bisa mengakibatkan ispa.
Damkar menerjunkan 15 personel, 20 orang BPBD, dan masyarakat sekitar. Pihak desa, pemilik kandang, dan pemilik lahan bergotong royong membantu penyewaan bachoe.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Temanggung Edi Irawanto mengatakan, kebakaran mulai terjadi pada Jumat (30/8) pukul 23.00 pihaknya berusaha melakukan penyekatan. Bahan yang terbakar adalah limbah pabrik yang luasannya mencapai 0,5 hektare dengan ketinggian 5 meter.
"Penyemprotan di permukaan tidak efektif. Sehingga diperlukan alat berat. Kesulitannya karena sumber air cukup jauh. Kami menemukan sumber air di Kembangsari dan jalur Kandangan ke Tlogopucang," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (2/9).
Pihaknya belum bisa memastikan penyebab awal kejadian ini. Karena laporan diterima saat api sudah besar. Kemungkinan api masih menyala di dalam tumpukan limbah kayu itu. Pada Sabtu (31/8/2024) tutup samping kandang sempat terkena jilatan api. Sehingga ada pelindung kandang yang meleleh terbakar. Beruntung kondisi ayamnya masih aman. (din)
Editor : Lis Retno Wibowo