RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Angin putting beliung melanda Dusun Sewatu, Desa Campusari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Sabtu (9/3/2024) sore.
Sedikitnya delapan atas rumah warga porak poranda.
Salah satunya rumah milik Didik Utomo.
Atap rumahnya yang terbuat dari seng porak poranda.
Lembaran seng galvalum itu beterbangan hingga menimpa rumah warga lainnya.
Didik Utomo menceritakan, angin kencang itu terjadi Sabtu (9/3/2024) sore.
mayatBaca Juga: Mayat Ibu dan Bayi yang Hanyut di Kali Biru, Kabupaten Magelang Selesai Divisum, Tak Ditemukan Luka, Polisi Selidiki Korban Diduga Bunuh Diri
Angin kencang berlangsung sekitar 30 menit bersamaan dengan turun hujan.
"Anginnya kenceng banget. Atap rumah saya beterbangan mengenai rumah yang berada di depan. Anginnya mengangkat semua kerangka atap rumah," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (10/3/2024) pagi.
Dia menyebutkan, ukuran atap rumahnya 7 meter x 13,5 meter. Kejadian tersebut membuat panik warga sekitar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Saat kejadian, tidak ada warga yang di luar rumah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Toifur Hadi Wuryanto menyampaikan, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 telah terjadi angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung.
Kejadian angin kencang tersebut mengakibatkan rumah rusak di tiga kecamatan, yakni Bulu, Temanggung, dan Candiroto.
"Angin kencang tersebut telah mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah kabur," katanya.
Thoifur menyebutkan, angin kencang terjadi di lima kecamatan, yakni di Temanggung, Bulu, Kaloran, Candiroto, dan Kandangan.
Sampai Minggu (10/3/2024), pihaknya belum selesai melakukan assesment. Karena kejadian sudah sore hari.
"Pada malam hari kita tarik teman-teman tim untuk beristirahat dan kita lanjutkan hari ini (Minggu kemarin, Red)," ujarnya.
Menurut dia, kerusakan parah menimpa sebuah Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, kemudian rumah Didik di Desa Campursari, Kecamatan Bulu.
Atap rumah terbang dan mengenai atap rumah Supiah.
"Alhamdulillah masyarakakat sudah bersama-sama kerja bakti untuk melakukan pembersihan material. Kami berusaha secepatnya untuk kolaborasi dengan instansi terkait agar bisa bersama-sama membantu masyarakat untuk penanganan akibat terdampak angin kencang tersebut," katanya.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, karena angin kencang biasa terjadi pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. (din/aro)
Wilayah Yang Dilanda Angin Kencang
Kecamatan Bulu
- Kecamatan Temanggung
- Kecamatan Candiroto
- Kecamatan Kaloran
- Kecamatan Kandangan
Dampak Angin Kencang
- Delapan rumah rusak
- Atap TPQ di Desa Danupayan, Kecamatan Bulu rusak
- Sejumlah pohon tumbang
Sumber BPBD Kabupaten Temanggung
Editor : H. Arif Riyanto