RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Sebidang tanah di Dusun Kedopokan RT 2 RW 1, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung ambles sedalam 3 meter. Tanah tersebut milik empat orang.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Yuli Krisna mengatakan, retakan pertama terjadi pada 4 Januari lalu sedalam 50 centimeter. Retakan susulan pada 5 Februari dengan panjang 120 meter.
"Retakan sepanjang 120 meter tersebut membentuk tapal kuda, jarak antar-retakan 2 meter dengan kedalaman 3 meter sepanjang 50 meter," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (23/2).
Tanah amblas tersebut mengakibatkan lahan kebun kopi seluas 1 hektare terancam longsor. Retakan tanah tersebut berjarak 1 meter dari pemukiman warga.
BPBD memasang safety line dan imbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di area lahan yang terdampak retakan tanah.
"Dugaan sementara ini karena endapan pupuk kimia di tanah tersebut dalam jangka waktu yang lama, sudah berlangsung bertahun-tahun. Sehingga struktur tanah berkurang daya dukungnya. Memang untuk pertanian menjadikan tanah gembur dan bagus. Karena air cenderung mudah masuk," jelasnya.
Pada 2022 di Temanggung pernah kejadian serupa. Direkomendasikan jika muncul retakan agar segera menutup dengan tanah lempung yang dipadatkan. Supaya air hujan tidak masuk dan menjenuhi tanah. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo