Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Jalan Darurat untuk Akses ke Sekolah

Lis Retno Wibowo • Kamis, 26 Januari 2023 | 14:23 WIB
Anak-anak Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung saat melintasi jalan sementara sebagai pengganti jalan desa yang longsor Rabu (25/1). (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Anak-anak Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung saat melintasi jalan sementara sebagai pengganti jalan desa yang longsor Rabu (25/1). (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Warga Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung membuat jalur sementara selebar 1,5 meter. Jalan ini digunakan untuk mobilitas masyarakat setempat setelah jalan yang biasa mereka lalui mengalami longsor.

Kondisi jalan Desa Ngadisepi masih terputus total akibat longsor pada Jumat (20/1) lalu. Aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung telah memasang tanda dengan pembatas jalan dan spanduk. Jalan tersebut merupakan akses terdekat utama warga Desa Ngadisepi menuju Kecamatan Gemawang. Oleh sebab itu, mereka membuat jalur alternatif menggunakan tanah milik warga selebar 1,5 meter.

Warga Dusun Seseh dan relawan membuat jalan sementara dengan membongkar aspal pada sebagian jalan yang masih tersisa di dekat jalan yang terputus. Warga melewati jalan tersebut dengan bergantian apabila ada pengendara dari lawan arah. Tidak hanya itu, sebagian warga yang membonceng terkadang juga harus turun karena pengendara tidak berani memboncengkan. Ada juga pengendara yang tidak berani melewati jalan tersebut sehingga dibantu pengendara lain.

Warga Dusun Seseh Ariyanti mengaku sudah membantu 2 orang yang tidak berani melewati jalan tersebut. Jalan alternatif buatan ini sudah dibuat sejak 2 hari lalu. Warga membuat jalan alternatif ini karena anak-anak banyak yang sekolah di Gemawang, sehingga membutuhkan akses. Sebelum jalan tersebut dibuat, sekolah meliburkan anak-anak karena tidak mau ambil risiko jika harus memaksakan mereka tetap berangkat sekolah. “Banyak warga yang kesulitan lewat jalan itu, soale kan tanah urug-urugan. Sehingga kalau terkena air atau hujan amblas. Jalan ini dibuat dalam sehari. Aspalnya disogel pakai linggis dan cangkul terus dipasang,” ungkapnya Rabu (25/1).

Relawan Purborekso dari Desa Muncer, Kecamatan Gemawang Sudiyanto mengatakan, jalan ini dibuat atas inisiatif warga setempat karena menyadari anak-anak mereka, baik SD maupun SMP, sebagian besar bersekolah di Gemawang. Tanah yang dibuat jalan tersebut adalah milik warga. Warga menggunakan potongan aspal untuk jalan karena belum ada material yang lain. “Saya belum tahu persis sudah ditembusi atau belum oleh pak Kades, tapi mungkin sudah boleh karena untuk kemanusiaan,” katanya.

Aktivitas warga Ngadisepi dan Kemiriombo menjadi terganggu karena akses jalan alternatif yang longsor ini ini merupakan jalan pintas yang berjarak 1 km untuk ke Gemawang. Masih ada jalur lain yang dapat dilalui, akan tetapi jalur tersebut berjarak 16 km, sehingga akan memakan waktu yang lebih lama. (din/mg11/ton))

  Editor : Lis Retno Wibowo
#longsor di Ngadisepi gemawang #Jalan darurat untuk anak sekolah