Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Bayi Enam Bulan Ditemukan Tergelatak di Tempat Cucian Dapur Rumah Warga Peterongan Tengah, Semarang Selatan, Terduga Pembuang Terekam CCTV 

Haryanto • Minggu, 5 April 2026 | 17:42 WIB
Lurah Peterongan Ermawati menggendong bayi berusia 6 bulan yang ditemukan di tempat cucian warga di Peterongan Tengah, Semarang Selatan (ISTIMEWA)Lurah Peterongan Ermawati menggendong bayi berusia 6 bulan yang ditemukan di tempat cucian warga di Peterongan Tengah, Semarang Selatan (ISTIMEWA)
 
RADARMAGELANG.ID, Semarang--Warga Jalan Peterongan Tengah, Semarang Selatan digegerkan adanya temuan bayi di teras rumah warga, Minggu (5/4/2026) pukul 06.30.
Diduga bayi tersebut sengaja dibuang orang tuanya. 
Bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh emak-emak pemilik rumah tersebut, Rochanah Nur Suwanti, istri Arifin. 
Bayi tersebut tergeletak menangis di teras rumah yang setiap harinya digunakan untuk mencuci perabotan dapur rumah tangga. 
Perempuan yang akrab disapa Nur ini  mengaku, awalnya mendengar suara tangisan bayi di sekitar luar rumah.
Kala itu, Nur sedang berada di dalam rumah dan beraktivitas pagi seperti biasanya, pukul 06.00.
"Ketika pagi itu saya sempat dengar suara bayi nangis di sekitar luar rumah. Saya kira bayi tetangga. Terus lama-lama, ada suara nangis lagi, kok sepertinya di depan rumah saya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (5/4/2026).
Penasaran, Nur beranjak dan melangkah membuka pintu.
Nur pun mencari sumber suara tangisan yang ada di sekitar depan rumah, namun tidak menemukan.
Sesaat kemudian, Nur kembali terkejut mendengar suara yang berada di sebelah kanan samping pintu depan rumah.
"Pas saya buka pintu lho kok gak ada di depan rumah, saya nengok ke kanan ternyata bayi digelarkan di situ, (tempat cucian), dibaluti selimut selendang warna biru motif batik," bebernya. 
"Terus anak saya keluar, saya bilang jangan pegang dulu. Ya khawatir aja, antisipasi kalau ada yang enggak-enggak, takutnya kalau bayi culikan atau gimana," jelasnya. 
Menurutnya, bayi laki-laki tersebut masih hidup dan berusia sekitar enam bulan.
"Kondisi bayi putih, sehat, lemu (gemuk). Ya mungkin sengaja dibuang di situ. Tapi kok ya tegel yang mbuang. Mending diserahkan ke panti asuhan atau diberikan ke orang. Tadi yang pengin adopsi juga banyak," ujarnya.
Selanjutnya, temuan ini langsung diberitahukan kepada tetangganya dan dilaporkan ke pihak RW setempat, diteruskan ke Babinsa Yudha dan Puskesmas setempat. 
Setelah itu, pihak-pihak terkait berkoordinasi dengan Dinas sosial Kota Semarang guna penanganan lebih lanjut. 
"Tadi sempat dibersihkan dulu di sini, terus dibawa Pak RW Mujiono, diserahkan ke Babinsa dan dibawa Dinsos. Tadi katanya dari puskesmas usianya sekitaran enam bulan," katanya. 
Sementara itu, anak perempuan dari Nur yang enggan ditulis namanya menyampaikan sempat mendengar suara tangisan bayi di luar rumah sekitar pukul 05.00. Namun, ia menduga bayi tersebut anak dari ibu tetangga sebelah rumah.
"Mikir saya juga gitu, mungkin anak sebelah, kan juga punya bayi. Ternyata bayi dibuang," katanya.
Informasi yang diperolehnya, ada hal mencurigakan yang terekam kamera CCTV di lingkungan sekitar terkait temuan ini.
"Terekam kamera cctv, dari arah selatan jalan kaki sendirian gendOng bayi. Orangnya perempuan pakai rok hitam kayak daster, tubuhnya agak kurus, tapi wajahnya gak kelihatan jelas, soale pakai masker," bebernya.
Menurutnya, ada warga yang sempat melihat perempuan tak dikenal yang dimaksud mondar-mandir di depan rumah nur. 
Bahkan, sempat masuk gang kecil di depan rumah Nur. 
"Itu sempat masuk lengkong (gang) tapi buntu. Setelah itu keluar. Ya mungkin orangnya mantau juga, terus pergi," katanya. 
Belum terungkap siapa perempuan pelaku pembuang bayi tersebut.
Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#penemuan bayi #cctv #peterongan #Semarang Selatan