Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Breaking News! Bersihkan Tangki Emergency Fire, 3 ABK Kapal MV INA DIAMOND Tewas di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

H. Arif Riyanto • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:10 WIB

Tiga anak buah kapal (ABK) kapal dilaporkan meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja saat  membersihkan tangki emergency fire.
Tiga anak buah kapal (ABK) kapal dilaporkan meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan tangki emergency fire.

RADARMAGELANG.ID—Tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja saat  membersihkan tangki emergency fire.

Ketiga korban diduga menghirup gas beracun.

Peristiwa tersebut terjadi di  Kapal  MV INA DIAMOND 135 GT 8619 di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.20.

Saat itu, kapal bermuatan besi koil atau gulungan plat dengan jumlah ABK 18 orang, termasuk nahkoda kapal.

Menurut laporan yang diperoleh, tiga korban meninggal diketahui bernama Laurensius Bao Resing (LBR), 25, warga Desa Tamak, Kecamatan Karimun, Kepulauan Riau;  Pratik Umar Alim Ismanto (PUAI), 35, warga Lawangrejo, Pemalang, dan Andy Noval Adrian (ANA), 23, warga Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat.

Sumber Radarmagelang.id menyebutkan, kejadian bermula Senin (2/3/2026), kapal MV.  INA DIAMOND-GT. 8619 berlayar dari Morowali Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengangkut besi koil.

Kapal yang dinahkodai Krisbian Anwar itu tiba di  Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Sabtu (7/3/2026),  lalu melakukan lego jangkar di luar dam  Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Selanjutnya pada  Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.00, kapten kapal memerintahkan  korban LBR masuk ke dalam tangki  untuk melaksanakan pekerjaan hisap air dengan menggunakan mesin alkon di emergency fire pam

Namun selang 20 menit, sekitar pukul 18.20, tiba-tiba korban teriak-teriak minta tolong  dan berusaha naik ke atas.

Mendengar teriakan itu, korban PUAI turun membantu untuk menolong.

Namun nasibnya sama.

Ia ikut pingsan.

Hal itu membuat korban ANA panik, lalu bergegas turun ke tangki untuk membantu kedua korban  yang ada di dalam tangki.

Namun korban ANA ikut terjatuh tak sadarkan diri.

Kejadian itu pun membuat panik ABK lainnya.

Pasca kejadian itu, saksi Arzi Chandra Alim, 26, warga Desa Padurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang melakukan evakuasi korban dengan masuk ke dalam tangki menggunakan alat pelindung diri.

Ia dibantu saksi  Shofiyulloh, 25, warga Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan dan saksi Yosafat Indra, 32, warga Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Mereka mengevakuasi korban dengan cara ditarik ke atas satu persatu

Setelah terangkat ke atas, menurut keterangan para saksi, korban ANA masih dalam keadaan  hidup.

Sedangkan dua korban lainnya dalam keadaan meninggal dunia.

Sekitar pukul 19.00, kapten kapal menghubugi agen untuk minta bantuan evakuasi ke darat dengan mengundang kapal klotok.

Selama jeda  menunggu kapal klotok dilakukan dengan memberi oksigen kepada korban Andy Noval yang masih hidup.

Kapal klotok tiba di kapal sekitar pukul 22.20.

Lalu ketiga korban sampai di dermaga pilot sekitar pukul   23.00 dan ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia dengan menggunakan satu ambulans dan dua mobil.

Sayang, sampai di rumah sakit, ternyata korban ANA meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#sulawesi tenggara #morowali #koil #RS Columbia Asia Semarang #gas beracun #Pelabuhan Tanjung Emas Semarang #Nahkoda kapal #kapal klotok #anak buah kapal (ABK) #Perairan Semarang #hirup gas beracun #anak buah kapal