Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ini Kesaksian Penumpang Selamat Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang, Bus Melaju Kencang saat Melaju di Tikungan

Haryanto • Senin, 22 Desember 2025 | 23:54 WIB
Salah satu korban selamat kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang, Sutiadi Sarwono, 67, warga Boyolali.
Salah satu korban selamat kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang, Sutiadi Sarwono, 67, warga Boyolali.

RADARMAGELANG.ID, Semarang, Kecelakaan maut yang menimpa bus PO Cahaya Trans membuat trauma salah satu korban selamat, Sutiadi Sarwono, 67.

Warga Dusun Lodalang RT 02 RW 08 Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali ini mengaku masih terjaga di kegelapan malam sebelum terjadi kecelakaan maut.

Pria berusia lebih separuh abad ini mengatakan, bus melaju kencang saat melewati tikungan simpang susun Tol Krapyak Semarang.

"Saya gak tidur. Itu kejadian tol Krapyak, itu kan turunan, kok tidak ada pelambatan seolah olah tidak ada pengereman. Pas di tikungan itu oleng (kecelakaan)," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (22/12/2025).
 
Akibat kecelakaan ini, pensiunan kelahiran Boyolali, 17 Juli 1958 ini mengalami luka bagian kepala.
Wajahnya lecet dan dirawat di RSUD Tugurejo, Kota Semarang.
 
Terlihat ada perban menutupi lukanya.
Selain itu, kakinya juga mengalami luka tekena pecahan kaca bus.
 
"Begitu kejadian saya keluar dari bus, saya nggak sempat menolong lainnya, kaki saya luka," akunya 
 
Kecelakaan maut ini terjadi Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.30.
Bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan bernopol B 7201 IV, berangkat dari Jatiasih Jakarta menuju Jogjakarta membawa 34 penumpang. 
 
"Saya mau pulang ke Boyolali, dari Bogor, acara keluarga," katanya. 
 
Akibat kejadian ini, sebanyak 16 orang penumpang meninggal, salah satu di antaranya balita.
Korban meninggal dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan penanganan dan  proses pemakaman tempat asal. 
 
Ada satu korban meninggal yang tidak terselamatkan saat perjalanan menuju RSUD Tugurejo Kota Semarang. 
 
Pihak kerabat korban telah mendatangi RSUP dr Kariadi Semarang.
Salah satunya Bambang.
Pria ini juga mendatangi posko keluarga korban di depan kamar jenasah RSUP dr Kariadi. 
Terlihat juga ada peti jenazah mulai dimasukkan ke ambulans Pemprov Jateng yang akan memulangkan jenazah ke rumah duka.
Beberapa perwakilan keluarga ikut masuk dalam ambulans.
"Keluarga kami yang jadi korban ada lima, empat meninggal, satu selamat di RS Tugu," ujar Bambang. 
 
Bambang mengatakan, ambulans yang membawa jenazah keluarganya itu akan menuju Kabupaten Boyolali.
Mereka dalam perjalanan dari acara keluarga menengok sang cucu. 
 
"Korban orang tua semua, yang ditinggalkan anak-anaknya. Habis dari nengok cucu di Jakarta, mau pulang ke Boyolali," bebernya.
 
Bambang mengaku tingga di Semarang.
Menurutnya, awal mendapat kabar inipun sempat terkejut dan kemudian langsung mendatangi RSUP Dr Kariadi. 
 
"Ini aslinya keluarga Boyolali semua, yang satu di Klaten, dua di Boyolali, dua lagi di Banyudono. Mereka naik bus relasi Jakarta-Jogja," imbuhnya. 
 
Sementara, para korban luka-luka mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit rujukan, yakni RSUD Tugurejo, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.
 
Kejadian ini menyita perhatian Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Ia mendatangi lokasi posko di RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (22/12/2025).
 
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memastikan seluruh korban meninggal dan luka-luka akibat kecelakaan di Simpang Susun Krapyak mendapatkan penanganan dan pelayanan secara tepat dan mengedepankan empati.
 
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut, peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama," ungkapnya. 
 
Biddokkes Polda Jateng juga bergerak cepat dengan menurunkan tim medis, tim evakuasi, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Tim DVI juga mendirikan posko pelayanan bagi keluarga korban meninggal dunia di RSUD dr Kariadi sebagai pusat informasi dan pendampingan selama proses identifikasi berlangsung.
 
"Saat ini Tim DVI sedang melakukan proses identifikasi secara menyeluruh melalui metode post mortem dan ante mortem secara cermat dan profesional. Hal ini untuk memastikan ketepatan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," katanya. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#kecelakaan bus #Tol Krapyak Semarang #Cahaya Trans #Terguling #korban selamat