Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

4 Warga Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Bus Rombongan Umrah di Arab Saudi, Putri M Dawam Mahmud Tinggalkan Lukisan untuk Sang Pakde

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:43 WIB
Foto keluarga M Dawam Mahmud bersama istri dan dua putrinya sebelum umrah ke Tanah Suci.
Foto keluarga M Dawam Mahmud bersama istri dan dua putrinya sebelum umrah ke Tanah Suci.

RADARMAGELANG.ID, Semarang—Musibah terbakarnya bus jemaah umrah asal Indonesia usai terlibat kecelakaan di Wadi Qudeid, sekitar 150 km dari Kota Jeddah, Arab Saudi, Kamis (20/3/2025) siang waktu setempat, telah merenggut nyawa empat jemaah asal Kota Semarang.

Mereka terdiri atas ayah, ibu, dan dua anak.

Yakni, M Dawam Mahmud, Sumarsih, dan dua putrinya, Areline Nawallya Adam dan Audrya Malika Adam.

Dua jemaah yang meninggal lainnya berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Yakni, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Eny Soedarwati dan Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberrejo, Bojonegoro, Dian Novita.

Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud terus menangis kehilangan adik yang dicintainya  bersama istri dan dua putrinya saat umrah di Tanah Suci.
Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud terus menangis kehilangan adik yang dicintainya bersama istri dan dua putrinya saat umrah di Tanah Suci.

Saat Jawa Pos Radar Semarang mendatangi rumah duka di Perumahan Villa Pinus Watugong RT 17 RW 6, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, tampak keluarga besar M Dawam Mahmud sudah berkumpul.

Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi yang Menewaskan 4 Warga Semarang

Termasuk sejumlah pelayat, anggota Babinsa dan para tetangga.

Mereka tampak berduka.

Bahkan, tak kuasa menahan air mata.

Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud terus-terusan menangis.

Matanya sembab.

Sejumlah ibu di sampingnya mencoba menenangkan.  

Ia kembali menangis saat membayangkan adik semata wayangnya, M Dawam Mahmud bersama istri dan dua putrinya meregang nyawa dalam insiden kecelakaan bus yang ditumpangi saat melakukan ibadah umrah di Tanah Suci.

"Adik saya ini orang yang baik dan sempurna. Rumah ini baru direnovasi adik saya sebulan yang lalu," katanya sambil terisak.

Ia mengenang Dawam saat bertemu di acara lari.

"Beberapa waktu lalu juga ikut lari, kami berfoto bersama. Ya Allah dik, semoga husnul khatimah," ucapnya lirih.

Suami Indah, Erma Rudita menceritakan, saat diberi kabar kejadian itu, dirinya sedang berada di Jakarta.

"Kabar pertama kami terima dari pengurus lingkungan Semarang sini, ada kecelakaan di biro travel yang adik saya ikuti," katanya sedih.

Kendati sudah diberitahu identitas korban bus terbakar itu, dirinya masih tidak percaya.

"Sekitar pukul 03.30 atau mau sahur, kami baru mendapat kabar dari Kementerian Luar Negeri dan KBRI," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo akan Bantu Rehab Rumah Warga Korban Kebakaran di Watumalang

Menurut Erma Rudita, sebelum keberangkatan umrah, Dawam berpamitan kepada kakaknya di Jakarta.

Karena hanya dua saudara kandung, hanya istrinya dan Dawam.

"Kami tidak menyangka, jika terima kabar seperti ini, sehingga kami cek di KBRI dan Kementerian Luar Negeri memang meninggal," ujarnya.

Ia mengaku tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian itu,

Hanya beberapa waktu lalu, anak bungsu Dawam, yakni Audrya Malika Adam saat dijemput dari sekolahnya di Tangerang, ia membawa karya lukisan.

"Itu dapat apresiasi dari sekolah. Dia bilang, Pakde ini lukisan saya, bagus tidak? Bisa disimpan pakde ya, padahal di situ ada bunda dan ayahnya," ceritanya sedih.

Dikatakan Erma Rudita, rencananya adik iparnya itu akan merayakan Idul Fitri di Tanah Suci.

"Setelah Idul Fitri kita rencanakan untuk kumpul. Malah mereka akan dimakamkan di Arab sana," katanya.

Belum ada informasi resmi kejadian bus yang kecelakaan.

"Kita hanya tahu dari media sosial saja," ujarnya.

Tokoh masyarakat RT 17 RW 6 Pudakpayung, Mono Yunianto menambahkan, pada Sabtu (15/3/2025) lalu, Dawam masih ikut kegiatan Nuzulul Quran di musala.

Setelah kegiatan tersebut, dirinya berpamitan dengan warga menuju Jakarta dan melanjutkan umrah.

"Kami mendatangkan anak-anak panti, almarhum mendukung penuh, tidak ada firasat akan kehilangan," jelasnya.

Ketua RT 17 RW 6 Pudakpayung Wira Putra Jasa menambahkan, Dawam sangat aktif di lingkungan, bahkan menjadi pengurus RT karena gerak cepatnya merespons permasalahan lingkungan.

Dawam juga aktif di kegiatan musala.

"Acara-acara sedekah atau apa, beliau ini penggerak dan motivator buat kami berbuat kebaikan. Selain itu, beliau ini mengajak warga untuk memiliki pola hidup sehat, sehingga Pak Dawam ini orang yang positif," ujarnya. (fgr/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Pudakpayung #bus terbakar #banyumanik #kota semarang #Kecelakaan Bus di Arab Saudi