RADARMAGELANG.ID, Semarang—Sebelum ditemukan meninggal dengan cara gantung diri, KP, 15, warga Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang masih berkomunikasi dengan Rendi, temannya via WhatsApp.
Siswa kelas 2 SMP Al Islam Gunungpati ini mengaku masih stres.
“Aku seh stress pol iki (Saya masih stres banget)” tulisnya dalam WA.
Remaja kelahiran 24 Mei 2009 itu pun menanyakan apakah temannya itu punya tali tambang.
“Ono tambang ra (Ada tali tambang nggak)?” tanya KP.
“Ono (ada)” jawab Rendi.
“Go rene ndah (bawa ke sini bro)” kata KP.
“Kanggo opo, meh nyapo (buat apa, mau ngapain),” tulis Rendi penasaran.
Korban KP tak menjawab.
Ia justru tak butuh tali tambang lagi.
Rupanya dia memilih menggunakan kain selendang.
“Wes wah tak golek slendang wae (Ya sudah, saya cari kain selendang saja).”
Komunikasi itu terjadi Minggu (6/1/2025) sekitar pukul 22.22.
Sekitar pukul 22.26, korban KP mengirim foto kain selendang yang sudah diiikatkan di kusen pintu kamarnya dengan caption: “iso matiraiki” (bisa meninggal nggak ini).
Hingga pada malam itu, korban KP ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tubuh tergantung.
Tentu saja, keluarganya kaget bukan kepalang.
Orangtuanya syok.
Polisi yang menerima laporan, langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, Senin (6/1/2025) dini hari.
Di lokasi ditemukan empat botol air mineral entah isinya apa, serta tiga bungkus rokok Climax, Dio dan Senior.
Selain itu, di tembok kamar terdapat tulisan “Gank X” dengan logo kilat dan bintang, serta tulisan “Kuat Tapi Kesel.”
Belum diketahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis tersebut. (*)
Editor : H. Arif Riyanto