RADARMAGELANG.ID, Semarang - Setelah lima hari perburuan, pelaku pembunuhan di rumah kos Jalan Peterongan Timur No 27 RT 01 RW 06, Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan akhirnya tertangkap.
Pelaku merupakan teman dekat korban yang bekerja sebagai satpam klinik kecantikan di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang Tengah.
Pelaku diketahui bernama Muhammad Adhi Nugroho, 29, warga Jalan Bendungan No 17 RT 02 RW 05 Kelurahan Barusari, Semarang Selatan.
Ia berhasil diringkus oleh tim gabungan Jatanras Polda Jateng, Jatanras Polrestabes Semarang, dan Resmob Polrestabes Semarang.
Pelaku diringkus di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan di sebuah perumahan di kawasan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Selasa (22/10/2024) sekitar pukul 05.00.
Penangkapan ini setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mendapatkan identitas pelaku.
"Betul, ada satu orang yang diamankan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku tersebut,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/10/2024).
Barang bukti sepeda motor Honda CBR warna biru tanpa plat nomor polisi juga turut diamankan.
Sekarang barang bukti dan pelaku masih dilakukan pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, penyelidikan kasus pembunuhan di rumah kos Jalan Peterongan Timur No 27 RT 01 RW 06, Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan mulai menemukan babak baru.
Polrestabes Semarang juga telah mengantongi nama identitas yang diduga pelakunya.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan, kasus pembunuhan ini terjadi Jumat (18/10/2024) dinihari.
Korban Robiatul Alawiyah, 28, warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
"Peristiwa ini diduga dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban. Dari hasil pendalaman dari tim yang sedang bekerja saat ini, informasi atau identitas pelakunya sudah kita kantongi, kita sedang melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (21/10/2024).
Pembunuhan ini, Kapolrestabes menyebut korban mengalami luka sebanyak 15 tusukan senjata tajam, yang tembus ke organ-organ bagian dalam, tembus ke paru, liver, dan ginjal.
Luka tusukan tersebut yang mengakibatkan korban kemudian meninggal.
"Luka tusuk pada payudara yang tembus ke dalam, kurang lebih 20 cm, kemudian mengakibatkan patah tulang, fraktur di iga tulang depan, dan tembus ke paru-paru dan liver," bebernya.
"Selanjutnya juga ada tusukan pada dada bagian kanan atas, kedalaman kurang lebih 9 cm, dan juga ada luka tusuk pada punggung, berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara," sambungnya.
Kasus pembunuhan ini viral setelah rekaman CCTV adanya seorang pria yang memanjat pagar tembok berdampingan dengan tempat kos korban yang berhadapan dengan Masjid Istiqomah.
Kemudian, pria tersebut masuk ke dalam kamar kos korban.
"Ya, itu diduga pelakunya, kenapa kemudian kami sampaikan tadi bahwa kemungkinan antara korban dengan pelaku ini kenal. Karena dari CCTV yang kita dapatkan itu, pelaku itu langsung kesasaran ke kamar korban," jelasnya.
Sempat juga terlihat, salah satu dari penghuni lain dari kamar kos tersebut memergoki pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan ini masih memegang pisau saat keluar kamar kos korban.
Kemudian, keluar melalui pintu depan dan kabur mengendarai sepeda motor yang di parkir di depan masjid.
"Ini kan TKP adalah kos-kosan, kurang lebih ada 15 kamar. Kemudian yang didatangi hanya kamarnya korban," jelasnya.
Sementara ini, hasil olah TKP tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang.
Kapolrestabes menegakan, kasus ini murni diduga pembunuhan. (mha/aro)
Editor : H. Arif Riyanto