Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Misa Ekaristi HUT ke-60 Gereja Katolik Mater Dei, Lampersari, Semarang, Persembahkan Gunungan Hasil Bumi dan Dihibur Grup Nasyid D'Boegatoe

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 14 Oktober 2024 | 06:52 WIB

 

Jemaat Paroki Mater Dei Lampersari membawa gunungan hasil bumi saat Misa Syukur HUT ke-60 Gereja Katolik Mater Dei, Lampersari, Minggu (13/10/2024).   
Jemaat Paroki Mater Dei Lampersari membawa gunungan hasil bumi saat Misa Syukur HUT ke-60 Gereja Katolik Mater Dei, Lampersari, Minggu (13/10/2024).  

RADARMAGELANG.ID, Semarang- Ratusan jemaat Paroki Mater Dei, Lampersari dengan khidmat mengikuti Misa Ekaristi Syukur Misa Syukur HUT ke-60 Gereja Katolik Mater Dei, Lampersari, Minggu (13/10/2024).

Termasuk memperingati Hari Pangan Sedunia dan memupuk toleransi antarumat beragama.

Misa Ekaristi Syukur dipimpin oleh 10 Romo.

Ratusan jemaat dengan khidmat mengikutinya. 

Uniknya, tak hanya roti dan buah saja, tapi sebuah gunungan berisi hasil bumi,menjadi persembahan pada misa ini.

Gunungan diarak dari halaman gereja menuju tempat persembahan.

Setelah misa, para jemaat mengadakan perjamuan bersama atau pesta umat dengan hidangan yang tersedia.

Para jemaat sangat bergembira dan suka cita.

Pada saat bersamaan, gunungan yang menjadi persembahan dikeluarkan ke halaman gereja. Para jemaat berebut gunungan yang berisi hasil bumi.

"Puji Tuhan, saya dapat kol, dan sayur-sayuran ini. Tuhan memberkati," ucap salah seorang jemaat, Paulina Tyas.

Sementara itu, untuk menambah kemeriahan perayaan, terdapat penampilan lagu-lagu nasyid atau lagu-lagu islami populer dari Grup Nasyid D'Boegatoe asal Bugangan VII, Rejosari, Semarang Timur.

Berisi 10 personel, grup nasyid ini membawakan lagu-lagu hits Islami, seperti Ya Salam, Salawat Jibril dan Perdamaian.

"Sebelumnya, kami pernah tampil di gereja acara FKUB, kami tidak membeda-bedakan, tetap bhineka tunggal ika dan menjunjung tinggi toleransi beragama dan tidak boleh terlalu fanatik," ujar Pimpinan D'Boegatoe Edi Sugiyanto. 

Romo Vikaris Paroki Mater Dei Lampersari Yustinus Agus Purwadi Pr bersyukur karena Paroki Mater Dei sudah berjuang menanggapi panggilan Tuhan di tengah kebersamaan umat. 

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas berkat-Nya, syukur dan terima kasih atas keterlibatan umat," jelasnya.

Dalam 60 tahun peringatan ini, ia berharap umat tetap terlihat dalam penghidupan gereja maupun dalam bersaksi di tengah masyarakat dan lingkungannya.

Selain itu, gunungan menyimbolkan wujud syukur atas anugerah dan berkat Tuhan yang dilimpahkan kepada jemaat.

"Aneka macam hasil bumi ini merupakan wujud syukur, sebagaimana bumi dipijak, Allah memberikan berkat kepada kita," jelasnya.

Romo Yustinus Agus Purwadi menambahkan, Oktober merupakan kesempatan bagi Gereja Katolik Mater Dei Lampersari memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).

"Maka kami barengke, ucapan syukur 60 tahun sekaligus Hari Pangan," ujarnya.

Mengenai penampilan nasyid atau lagu-lagu islami populer, Romo Yustinus Agus Purwadi Pr mengungkapkan pihaknya sangat terbuka dengan kesenian, relasi dan komunikasi dengan beraneka ragam agama dan iman. (fgr/ton)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Gereja Mater Dei Lampersari #gunungan hasil bumi #Nasyid #misa ekaristi