RADARMAGELANG.ID, Semarang—Y, 45, mengalami gangguan jiwa sejak ditinggal suaminya sebulan lalu.
Sejak itu, Y kerap ngamuk dan meresahkan warga.
Ulah Y ini juga sempat merepotkan perangkat Kelurahan Genuksari dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Genuk.
Juga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Bangetayu Kulon, PSM Bangetayu Wetan, Kepala Seksi Kesejahteraan dan Sosial, serta Kepala Seksi Trantib Kelurahan Bangetayu Wetan.
Untung saja, orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) itu berhasil diamankan.
Lurah Genuksari Yatno menceritakan, bermula dari keresahan warga Pulosari RT 3 RW 4 Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Warga meresahkan ulah Y yang mengalami gangguan jiwa.
Setelah mendapat laporan warga, kata dia, pihaknya bersama Kasi Kesos dan Kasi Trantib Kelurahan Genuksari menelusuri keberadaannya.
Petugas mendatangi rumah ODGJ tersebut.
Namun sampai di rumahnya, Y sudah pergi.
Pihaknya terus mencari.
"Setelah ketemu, Y sempat dipegangi lima orang. Tapi ya lepas, kemudian lari ke Pasar Bangetayu Kulon," ujarnya.
ODGJ ini berlari sambil membawa batu.
Bahkan, pihaknya sempat dilempar batu.
"Saya sikep dari belakang, lalu diikat rafia. Dia meronta-ronta sampai tangan saya digigit. Kami lalu menghubungi Dinsos dan ambulans," ceritanya.
Setelah diberi minum dan dibujuk, Y dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo untuk diberi perawatan selama dua minggu.
Yatno menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, Y mengalami gangguan jiwa sejak ditinggal suaminya sebulan yang lalu.
Selain itu, keadaan ekonomi karena putranya masuk sekolah menengah atas (SMA).
"ODGJ ini tinggal bersama anaknya, kalau yang anak pertama sudah berkeluarga di Kaligawe. Sudah punya cucu itu," ujarnya.
Saat ini, putranya ikut dengan kerabatnya di dekat rumahnya.
"Kan banyak om, pakde, dan tantenya, di situ," katanya.
Dikatakan, di Genuksari masih sekitar lima orang yang mengalami ODGJ.
Namun, tidak sampai meresahkan seperti melempar batu kepada tetangganya.
"Kami mengimbau ketika ada ODGJ yang mengamuk atau meresahkan cepat-cepat lapor ke kelurahan. Sehingga dapat segera ditangani bersama Dinsos," harapnya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto