Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Tak Ada Pentas Wayang Kulit, Peringatan Malam 1 Suro di Kawasan Tugu Suharto Kota Semarang Diisi Pengajian dan Salawat, serta Bubur Suro

Ida Fadilah • Minggu, 7 Juli 2024 - 05:56 WIB
Warga Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang berebut bubur suro dalam menyambut Malam 1 Suro atau 1 Muharram di Tugu Suharto, Sabtu (6/7/2024).
Warga Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang berebut bubur suro dalam menyambut Malam 1 Suro atau 1 Muharram di Tugu Suharto, Sabtu (6/7/2024).
RADARMAGELANG.ID, Semarang - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharram 1446 H di Tugu Suharto, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, digelar berbeda.
Jika biasanya dimeriahkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk, kali ini digelar pengajian bertema "Tugu Suharto Bersholawat dalam rangka Gebyar Budaya 1 Muharram 1446" di malam hari. 
Ketua Panitia Muammar menjelaskan, gebyar budaya dengan pengajian ini dimaksudkan agar di tahun baru ini mendapatkan banyak keberkahan dari salawat.
"Kami ingin mencoba sesuatu yang baru, biasanya wayang sekarang salawat. Apalagi sekarang ini masyarakat sedang gemar bersalawat, sehingga kami memfasilitasi di momen ini," kata dia. 
Mengenai tradisi kungkum yang sejak lama dijalankan masyarakat, pihaknya sudah menggandeng Basarnas agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan.
Pasalnya, kali ini cuaca mendung dan sempat diwarnai hujan.
Tugu Suharto Bersholawat memeriahkan peringatan malam 1 Suro di kawasan Tugu Suharto, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Tugu Suharto Bersholawat memeriahkan peringatan malam 1 Suro di kawasan Tugu Suharto, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Muamar mengimbau bagi warga yang akan berendam untuk bisa menjaga diri dan waspada.
"Kalau Ungaran hujan deras, debit air di sini naik. Sehingga kami imbau lebih hati-hati. Namun, kami tetap menghormati budaya kungkum alias berendam yang sudah ada sejak lama," tambahnya. 
Tradisi Gebyar Suro diawali dengan lomba tumpeng oleh PKK di Kelurahan Bendan Duwur. Kemudian doa bersama penutup akhir tahun 1445 Hijrah dan awal tahun 1446 Hijriah.
Setelah itu, tumpeng tadi menjadi rebutan masyarakat.
Tak lupa, sajian khas bubur suro dinikmati bersama warga sekitar.
"Kalau bubur suro ini selalu ada, sudah menjadi budaya dan ikon peringatan malam 1 Suro di Tugu Suharto," jelasnya. 
Juru masak bubur suro Srilati menyebutkan perbedaan bubur suro dengan bubur lainnya yakni tidak boleh ada makanan berbahan tempe maupun kedelai. 
"Isiannya bubur nasi, sayur jipan, rambak atau sayur sambel goreng. Ada juga opor telur puyuh dan ayam. Rasanya enak dan gurih. Adanya pasa Suro saja," kata warga Panjangan ini. 
Dalam momen ini, ada ratusan cup bubur yang dibagikan ke masyarakat secara gratis.
Selain itu, gebyar suro ini juga dimeriahkan dengan UMKM sepanjang jembatan Tugu Suharto. (ifa/aro) 
Editor : H. Arif Riyanto
#gajahmungkur semarang #malam 1 suro #malam 1 muharram #Kungkum #bubur suro #berendam #Tugu Suharto